Muhammad Tareh Aziz Muhammad Tareh Aziz seorang jomblowan yang berstatus santri. Lahir di Gresik pada 5 september 1995. Beralamatkan di Bedanten Bungah Gresik.

1 Syawal yang Sunyi dan Sepi

Muhammad Tareh Aziz 1 min read 0 views

Sebentar lagi bulan romadhon akan berlalu, dan akan datang bulan yg baru, nyatanya tidak hanya bulan yang baru, namun baju, sarung, celana mukena pun juga ikut baru… hehehe. Dimana pada bulan itu kaum muslim diseluruh pelosok negeri keluar rumah untuk merayakannya, bulan itu tak lain yakni jatuh tepat pada tanggal 1 syawal.
Dalam penentuan satu syawal ini, ada beberapa perbedaan dalam tata cara penetapannya, ada yang menggunakan hisab saja, ada yg menggabungkan ru’yatul hilal dan hisab, sehingga tak heran jika tiap ormas terkadang berbeda ketika menjalankan sholat ‘ied.
Pada hari itu, seluruh umat muslim berbondong-bondong untuk pergi ke masjid, mulai dari anak-anak sampai lansia, bahkan para jomblo pun juga ikut meramaikan.. hehe, namun untuk lebaran kali ini kayaknya tak seramai yang lalu-lalu, dikarenakan wabah yang tak kunjung usai. Ada yang tidak diperkenankan mengadakan sholat ‘ied, ada yang boleh melaksanakannya, namun harus dibatasi dan jaga jarak. Ditambah lagi, mudik lebaran tidak diperkenankan, hal ini tak lain hanyalah untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19.
Akhirnya masyarakat yang ada dipelosok negeri khususnya di kampung-kampung bakal terjadi hari raya yang sepi dan sunyi, apalagi bagi kampung yang mayoritas masyarakatnya merantau ke luar dari daerahnya, namun tidak apa-apa lebaran sepi, yang penting hati jangan sepi loh yaa,.. hehe.
Menyikapi hal ini, beberapa ormas dan MUI mengeluarkan fatwa untuk melaksanakan sholat idul fitri dirumah aja, sama halnya dengan sholat terawih di rumah aja, tentunya hal ini sangat membingungkan bagi orang awam, tidak pernah khutbah eh disuruh khutbah idul fitri dirumah kan membuat hati berdebar serasa ingin copot.. hehe, namun jangan khawatir, karena MUI dan beberapa ormas seperti NU dan Muhammadiyah telah memberikan tuntunan dan tatacara untuk melakukan sholat ied dirumah.
Seperti halnya MUI telah mengeluarkan fatwa yang ringan untuk orang awam, yakni sholat ied dilakukan minimal 4 orang, jika tidak ada yang bisa menjadi khotib, maka boleh melakukannya dengan tanpa khotib, jika seorang diri, maka tetap bisa melaksanakannya sendiri. ( Tribunnewsmaker.com).
Namun masyarakat pasti berpikir aneh atas anjuran untuk sholat ied di rumah saja, karena selama bertahun-tahun kalau melaksanakan sholat ied yaa di masjid bareng-bareng, nah, sekarang dianjurkan untuk melakukan sholat ied Cuma bersama keluarga saja di rumah.
Selaras dengan anjuran sholat ied di rumah, nampaknya masih banyak di kampung-kampung yang tetap melaksanakan sholat ied di masjid, namun tentunya harus tetap menjaga dan mengikuti protokoler yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Selain sepi karena sholat ied, budaya silaturrohmi juga dilarang, untuk menyikapi hal itu, tentunya perlu kesadaran dari masyarakat, meskipun itu hal yg mustahil dilakukan di desa-desa, namun minimal ada batasan untuk tidak pergi keluar daerahnya, agar budaya silaturrohmi tetap ada tentunya solusi yang tepat untuk sementara ini adalah melalui media elektronik dengan saling vidio call atau aplikasi yg ngetren saat ini seperti zoom, dan lain-lain. Oleh karenanya mari kita tetap semangat untuk melawan wabah ini, karena masyarakat indonesia pasti bisa dannkuat untuk melawan wabah ini.
Di bulan yang baru nanti semoga wabah ini bisa cepat berlalu, sehingga tatanan dunia khususnya Indonesia bisa kembali normal, dan masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan aman.

Muhammad Tareh Aziz
Muhammad Tareh Aziz Muhammad Tareh Aziz seorang jomblowan yang berstatus santri. Lahir di Gresik pada 5 september 1995. Beralamatkan di Bedanten Bungah Gresik.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.