Anwar Ibrahim seorang santri yang dikeluarkan 2 kali dari 1 pondok pesantren yang sama. Berdomisili dan sedang melakukan study abal-abal di kota malang. S1 Hukum tata negara UIN MALIKI Malang.

Agama dan Kemanusiaan Bagai 2 Sisi Mata Uang

Anwar Ibrahim 1 min read 0 views

AGAMA-DAN-KEMANUSIAAN-BAGAI-2-SISI-MATA-UANG

Manusia modern mungkin akan mengatakan bahwa agama tidak penting-penting amat, nyatanya tanpa agama manusia bisa berbuat lebih ‘manusiawi’ dari pada umat (yang mengaku) beragama. Namun disisi lain, manusia modern bisa jadi juga kecanduan agama, berbekal modal spirit beragama yang di branding oleh pendakwah halal-haram. Meskipun tak berbanding lurus dengan semangat keilmuan, bagi mereka (mungkin) yang penting dakwah, mengajak orang lain dulu kearah Islam yang mereka yakini merupakan kebenaran yang absolut. Alhasil, agama jadi trending topik di status media sosial,yang katanya –ini juga lahan dakwah.

Manusia dan agama saling mengisi satu sama lain. Jika manusianya siap menerima agama dengan baik, diiringi pondasi kemanusiaan yang baik pula, maka  agama akan berfungsi dengan baik sebagai jalan memuluskan jalan kemanusiaan menuju ke jalan tuhan. Jika manusia tidak siap menerima agama, maka yang ada agama akan jadi ‘alat’ politik hewaniah dengan dalih kemanusiaan.

Mari kita berandai apabila tidak pernah ada yang namanya agama di muka bumi ini. Apakah manusia saling membenci? Atau pola kehidupan manusia akan carut marut?. Saya rasa tidak, Manusia diciptakan dengan naluri kemanusiaan yang mengakomodir segenap rasa. Entah itu rasa sosial,entah itu rasa berkelompok. Segenap potensi manusia tanpa embel-embel agama idealnya sudah cukup untuk membentuk suatu pola hidup yang tentram,dinamis,dan yang ramah dengan makhluk lain.

Manusia yang sadar akan potensi kemanusiaannya juga tidak akan tinggal diam mengenai segala bentuk penindasan terhadap manusia lain. Karena memang fitrah rasa kemanusiaanlah yang menjadi ‘identitas’ diri manusia terlepas dari embel-embel agama. Yang mengherankan jaman sekarang ini, manusia dengan tololnya membela agama yang diyakininya dengan meninggalkan rasa kemaanusiaan yang ada. Sampai disini, beberapa manusia mungkin sudah menceraikan kemanusiaanya demi memakai baju lain yang lebih menarik, yaitu agama.

Wocoen   Menapaki Jalan Baru Pengajian Kitab Kuning Online

MELETAKKAN AGAMA PADA TEMPATNYA

Agama dan kemanusiaan tak akan pernah bisa diletakkan dalam dua tempat yang berseberangan. Disatu sisi, agama akan menjadi sebuah motivasi lebih untuk manusia merealisasikan nilai-nilai kemanusiaan dengan balasan-balasan abstrak yang diimani umat beragama yaitu pahala. Disisi lain, manusia tanpa embel-embel agama juga bisa merealisasikan nilai-nilai fitrah kemanusiaan yang masif semata karena memang ini yang dimiliki manusia.

Paradoksi mengenai agama dan kemanusiaan semua itu hilang setelah Nabi SAW diutus kemuka bumi. Dengan dakwahnya, agama muncul dengan wajah yang paling santun, sesantun hakikat kemanusiaan yang murni (pure of humanity), agama muncul dengan membawa misi kemanusiaan yang mencoba membebaskan manusia dari penyelewangan hak asasi yang telah terkonstruk dengan buruk oleh pergulatan budaya yang ada. Alhasil Martabat wanita, budak ditinggikan, meskipun sempat tergilas rasa kemanusiaannya pada zaman itu. Agama yang dibawa Nabi telah menampakkan doktrin kemanusiaan dengan wajah yang paling bijaksana. Bagaimana tidak, tidak ada paksaan sedikitpun untuk menganut agama yang didakwahkannya. Jika memang ada yang masuk ke dalam agama yang dibawahnya, selain karena factor hidayah, hal ini juga karena faktor pengakomodiran nilai kemanusiaan disetiap dakwah beliau.

Permasalahan agama bisa jadi akan selesai pada rasa kemanusiaan yang baik, tapi belum tentu, permasalahan kemanusiaan bisa selesai dengan pemahaman agama yang baik. Karena agama selamanya hanya akan mensupport rasa kemanusiaan yang ada. Sedangkan rasa kemanusiaan akan menjadikan agama menjadi sesuatu wadah yang ramah,santun,dan rahmatallil ‘alamin. Terakhir, ada sebuah statement yang menarik dari EmHa Ainun Nadjib mengenai agama dan kemanusiaan yang intinya(saya lupa detailnya heuheu): Manusia yang belum menjadi manusia dan memakai agama, maka agama akan menjadi alat bagi kehewanannya.

Yuks jadi manusia.

Wocoen   Darah dan Rasa: Sisi yang Disepelekan dan Sisi yang Diperjuangkan
Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim seorang santri yang dikeluarkan 2 kali dari 1 pondok pesantren yang sama. Berdomisili dan sedang melakukan study abal-abal di kota malang. S1 Hukum tata negara UIN MALIKI Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.