Angin Telah Menebal

Angin musim jauh lebih tebal dari biasanya
Padat dan begitu tangguh
Sedang kata turun
Perlahan
Meluruh

Angin tak dapat salahkan musim
Musim tak dapat menarik jauh
Jauh tak dapat menahan tebal
Bahkan tebal tak dapat menuntut biasanya

Toh kata-kata memang sudah sering terbang
Lebih-lebih jatuh karena kedukaan
Duka dari diri
Diri dari duka

Sebab karenanya angin musim terus
Lebih tebal
Di hadapan siang malam
Langit terik dan kumpulan kelam
Coba waktu dapat berkata-kata
Kau, aku adalah angin musim tebal yang selalu sama

 

-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Martiningsih 2 Articles
Lahir di Kebumen pada 1995. Gemar membaca dan menulis puisi. Karyanya dimuat di beberapa buku antologi bersama dan media online. Buku tunggalnya yang telah terbit yakni Sedalam Puisi (2021). Hingga kini, penggal bait puisinya dapat dijumpa di akun @sedalampuisi miliknya.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.