Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Apakah mungkin seorang habib melakukan suatu dosa?

Muhamad Isbah Habibii 1 min read 34 views

Jawabannya mungkin, karena Habib walaupun seorang keturunan Nabi yang banyak dihormati hanyalah manusia biasa. Ia bukanlah seorang Nabi yang ma’sum, yang terhindar dari dosa dan ma’siat.

Jadi bukan jaminan seorang habib tidak memiliki kesalahan, wong memiliki dosa saja masih mungkin, apalagi cuma sekedar salah. Oleh sebab itu, rasa cinta yang kita miliki jangan sampai membuat kita buta dan tumpul, hingga jika ada sebuah kesalahan atau dosa yang dilakukan oleh junjungan kita, maka jangan sampai hal itu membuat kita bimbang hingga mengatakan dosa tidak lagi dosa, jika yang melakukan itu adalah junjungan kita.

Oleh sebab itu, menjadi seorang yang memiliki garis keturunan yang masih sambung dengan Nabi Muhammad bukan lah hal yang enak. Namun, juga merupakan sesuatu yang berat, sebab ia harus sekuat tenaga memiliki dan menampakkan akhlak mulia seperti nenek moyangnya. Di saat yang sama ia juga manusia biasa yang memiliki nafsu, dan masih sangat mungkin memiliki kesalahan serta dosa.

Sebagai seseorang “santri” dari seorang Habib, tidak perlu seseorang membela mati-matian “gurunya” yang manusia biasa itu. Cukup diam saat ia terbukti melakukan hal yang salah, bila ia memang tidak salah cukup berikan argumen yang bisa diterima akal. Jangan sampai pembelaan santri ini menghalalkan hal yang nyata-nyata haram, pun begitu disampaikan dengan kata-kata yang kotor serta penuh kemarahan.

Dengan kecintaan yang sehat seperti itu, maka orang akan terhindar dari bahaya mempermainkan syariat ataupun adab demi membela junjungannya. Sekali lagi, cukup diam kalau memang salah, atau cukup berargumen yang bisa diterima oleh akal sehat.

Kembali lagi ke pertanyaan awal, bila membicarakan kemungkinan, Habib mungkin-mungkin saja ia memiliki salah ataupun dosa. Namun, bila melihat jama’ah para habaib di Indonesia yang begitu fanatik dan tidak sedikit, maka perlulah adanya “sesepuh” yang harus siap menegur, menasehati dan memarahi jika ada oknum habib yang melakukan kesalahan, baik itu melanggar hukum atau kehilangan adab sesaat.

Wocoen   Tips & Trik Sayang pada Diri Sendiri

Tapi sepertinya tidak semudah itu, dan ujung-ujungnya “kursi” “sesepuh” kelak juga akan diperebutkan oleh oknum-oknum tertentu. Oleh karenanya, alangkah baiknya kita berdamai saja dengan keadaan. Bila ada seorang yang salah, tidak peduli semulya apapun nasabnya, kalau mampu mengingatkan, maka ingatkan. Karena kecuali mereka yang ma’sum, semua masih mungkin untuk memiliki salah dan dosa.

Muhamad Isbah Habibii
Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.