Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Bagaimana Kabar Puisi Hari Ini?

Muhamad Isbah Habibii 1 min read 3 views

Konon, dulu puisi layak digunakan sebagai alat untuk mengambil hati wanita. Namun kini, dunia telah berubah. Nyatanya mobil keren dengan harga tinggi lebih efektif dalam menarik perhatian. Daripada kata-kata indah yang lebih banyak dianggap terlalu melebih-lebihkan.

Puisi dalam dunia percintaan, kini lebih banyak digunakan untuk menemani ketika seseorang patah hati. Itu pun tidak semua bisa dinikmati keindahannya oleh banyak orang, dan hanya dapat dinilai indah oleh penulisnya sendiri.

Sifat keterasingan puisi ini tampaknya juga merupakan dampak dari minimnya minat baca itu sendiri. Bahkan banyaknya para penulis puisi di medsos dewasa ini, hanya mau karyanya dibaca namun jarang mau membaca karya orang lain.

Dalam mempertahankan fungsinya, puisi kini banyak tersaingi oleh bentuk karya yang lain. Seperti fungsinya dalam mengungkapkan ketidaksetujuan, puisi kini banyak digeser oleh meme. Meme lebih banyak digemari dan dikenal oleh khalayak muda masa kini di medsos, ketimbang puisi. Buktinya, meme memiliki daya persebaran yang lebih tinggi daripada puisi.

Di sisi lain, banyak juga penulis puisi yang kini memiliki pikiran yang terlalu materialistis. Ia banyak menganggap apresiasi terhadap puisi, harus berupa upah tulis. Sementara minat baca dikenangnya sebuah puisi serta dikritiknya sebuah karya, tidak dianggapnya sebagai suatu bentuk apresiasi terhadap puisi.

Sedangkan ketika ada lulusan sarjana sastra yang memilih menjadi seorang pengkritik sastra, banyak orang yang mencibir “masa lulusan sastra hanya jadi tukang kritik sastra?” Padahal adanya pengkritik sastra itulah indikator adanya kehidupan dalam dunia satra.

Namun, kabar puisi hari ini juga tidak seburuk itu. Publikasi sebuah karya puisi tidak lagi terbatas di koran-koran yang angkuh. Banyak website yang siap memublikasikan sebuah karya puisi, baik itu yang siap memberikan upah, maupun yang hanya mampu membantu mengenalkan kepada pembaca yang lebih banyak.

Wocoen   Sepatu Butut

Youtube pun dapat memberikan kemudahan bagi puisi. Banyak karya-karya puisi dipentaskan dalam satu video, lalu diolah dengan sebegitu menariknya, hingga para penonton Youtube bisa menikmati puisi di masa kini.

Puisi harus tetap bertahan, dan mampu menambah jumlah penikmat tiap waktu. Lebih-lebih, puisi harus tetap mempertahankan fungsinya sebagai pendobrak nilai-nilai, sebagai penyeimbang filsafat yang memiliki fungsi MEMBANGUN.

Muhamad Isbah Habibii
Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.