Destriyadi Imam Nuryaddin kelahiran Serasan-Natuna, 17 Desember 1997. Menyelesaikan studi Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta. Beberapa karyanya sudah terbit di media daring dan cetak. Saat ini mengelola di Komunitas Natunasastra. Penulis dapat dijumpai di instagram @tenggut

Batu Alif

Destriyadi Imam Nuryaddin 16 sec read 40 views

Pelantar mengantar batu ke batu
Kakiku terasa lebih panjang melangkau petang
Napas menutup langsi hari sehabis langlang
Raga mendayung mengikut lembayung,
tersisa tubuhku diam

Aku nasi yang menunggu kuah tertuang di piring mata
Buat aku kenyang di peraduan,
sebelum celik mata mempertemukan
kepada tekuk dan lekuk

Aku hanya butuh berunding dengan diri
Meski belum tuntas hari ini, langkah embusku lebih laku
Aku hanya butuh bersanding dengan diri
Tetap sepasang ketika kalah. Serumah ketika cerai

Juli 2020

Destriyadi Imam Nuryaddin
Destriyadi Imam Nuryaddin kelahiran Serasan-Natuna, 17 Desember 1997. Menyelesaikan studi Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta. Beberapa karyanya sudah terbit di media daring dan cetak. Saat ini mengelola di Komunitas Natunasastra. Penulis dapat dijumpai di instagram @tenggut

Jeruji Tirani

Ardhi Ridwansyah Ardhi Ridwansyah
29 sec read

MANI BUNGA KERANDA

Moehammad Abdoe Moehammad Abdoe
8 sec read

Ada Yang Hilang

RM Maulana Khoerun RM Maulana Khoerun
14 sec read

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.