Muhammad Bagus Ainun Najib Putra seorang petani bawang merah asal Brebes, suka nglayab dan sekarang sedang menempuh magister Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maliki Malang.

Belajar dari Gagasan Pembaruan Pendidikan Islam Perspektif Nurcholish Madjid

Muhammad Bagus Ainun Najib 3 min read 0 views

NURCHOLISH-MADJID

Pendidikan Islam yang kita kenal hanya berorientasi pada kehidupan akhirat saja sehingga umat muslim di Indonesia belum mampu mewarnai perkembangan sains dan teknologi di era tinggal landas ini. mereka cenderung mengedepankan konservatisme dalam berfikir dan bertindak serta tidak mau menerima pemikiran inovatif dan progresif yang datang dari dunia luar. Alih-alih belajar dari barat, pada kenyataanya mereka belum bisa merekonstruksi pembaharuan pendidikan islam yang baik. Hal ini lantaran gagasan dan pemikiran barat dinilai sebagai gagasan sekular yang dikhawatirkan dapat mengancam ajaran dan tradisional islam itu sendiri.

Kini umat muslim sadar bahwa mereka membutuhkan suatu gebrakan untuk melakukan pembaharuan pendidikan islam. Upaya-upaya dalam modernisasi pendidikan islam sampai sekarang dilakukan oleh pemerintah maupun pendidik di Indonesia walaupun kenyataanya sampai sekarang masih belum membuahkan hasil yang sempurna. Beberapa lembaga pendidikan kini melakukan strategi pembaharuan pendidikan Islam sebagai langkah untuk dapat mencetak generasi yang melek akan perkembangan sains dan teknologi.

Salah satu tokoh yang dikenal sebagai maestro pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia adalah Nurcholis Madjid atau dikenal dengan sebutan “Cak Nur”, beliau adalah intelektual muslim yang kaya akan ide brilian dalam mengembangkan konsep pendidikan islam modern. Orang-orang menganggap beliau sebagai intelektual muslim modern yang mampu menggabungkan dua dunia yaitu dunia tradisional dan dunia modern. Ia bisa memahami teks kitab Bahasa Arab klasik maupun konteporer dan menguasai wacana literatur Bahasa Inggris. Iapun cakap dalam berkomunikasi dengan kaum sarungan. namun ia juga bisa mendiskusikan pemikirannya bersama orang-orang yang berjas dan berdasi. Komaruddin Hidayat, cendikiawan muslim dan mantan rektor UIN Syarif Jakarta mengatakan bahwa “Cak Nur merupakan santri par excellent, sangat terkesan dan mengagumi dengan budaya pesantren. Beliau cinta ilmu, keikhlasan, persaudaraan, dan hidup sederhana”.

Pemikiran Cak Nur dipengaruhi oleh lingkungan pendidikannya selama ia belajar di pesantren dan perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Ketika beliau menempuh studi  di Chicago Amerika serikat, ia belajar kepada fazlu Rahman, intelektual muslim terkemuka di zamanya. Oleh karenanya tidak mengherankan jika Gus Dur menyebut Cak Nur sebagai pendekar dari Chicago. Menurut Gus Dur dalam tulisannya yang berjudul “Tiga Pendekar dari Chicago” bahwa Cak Nur bersama tiga sahabatya Buya Syafii Maarif dan Amin Rais merasakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan kaum muslim disegala bidang untuk mengejar ketertinggalan mereka selama ini. Penulis memiliki pandangan bahwa salah satu cara untuk menghilangkan ketertinggalan adalah melalui dunia pendidikan. Lewat dunia pendidikan inilah ketiga pendekar dari Chicago tersebut memiliki gagasan masing-masing dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Cak Nur memiliki gagasan pembaharuan pendidikan Islam yang menarik dan berbeda dengan kedua sahabatnya, menurutnya bahwa proses mengembangkan pendidikan islam modern harus mengintegrasikan antara kekayaan tradisi, agama sebagai sumber peradaban dan moral, wawasan global.

Wocoen   Mengelola Perguruan Tinggi Kini dan Masa Depan Berbasis Hati Nurani

Nurcholis Madjid berpendapat bahwa “pendidikan Islam yang ideal adalah sistem pendidikan yang dapat membentuk pola pikir liberal yaitu intelektualisme yang dapat mengantarkan manusia kepada dua tendensi yang sangat erat hubungannya, yatu melepaskan diri dari nilai-nilai konservatif dan mencari nilai-nilai yang berorientasi ke masa depan yang berdasarkan al-Quran dan as-Sunah”. Maka penulis menyimpulkan bahwa gagasan Cak Nur tentang pembaharuan pendidikan islam harus menjadi acuan dalam mengembangkan sistem dan manejemen pendidikan islam yang ada di lembaga pendidikan di Indonesia. Sekolah juga harus memiliki rancangan dan tujuan pendidikan yang progresif agar dapat bersaing di kancah internasional.

Gagasan pembaharuan pendidikan Islam lahir atas repson pendidikan Islam di Indonesia yang terkesan konservatif, kurangnya kebebasan berfikir dalam mengimbangi dan menguasai kehidupan global, serta kurang mampu memahami dalam mengamalkan kandungan Al-Quran dan As-Sunah. Oleh karenanya dalam memperbaharui pendidikan Islam di Indonesia Cak Nur memiliki beberapa konsep diantaranya adalah : membentuk pola pikir liberal, melapas diri dari nilai-nilai konservatf, mencari nilai-nilai yang berorientasi ke masa depan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah, memiliki tujuan dakwa, memiliki peran tradisional dan modernism serta mengembangkan Iptek. Bagi Cak Nur Al-Quran dan As-Sunah menjadi sumber inspirasi dalam dunia pendidikan, bahkan gagasan beliaupun mengandung nilai-nilai Al-Quran dan As-Sunah. Adapun pembentukan pola berfikir liberal adalah mendidik seseorang agar menjadi kritis, merdeka dan bebas dengan syarat tidak keluar dari rel nilai nilai keislaman dan keindonesiaa, sehingga gagasan ini diharapkan mampu menjawab persoalan zaman.

Gagasan pembaharuan Pendidikan Islam yang disebutkan diatas menjadi kunci utama dalam mengembangkan pendidikan untuk lebih maju. Penulis berpendapat bahwa gagasan Cak Nur tentang Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia tidak lepas dari pilar Keislaman – Keindonesiaan – Kemodenrnan – dan Tradisi. Keempat pilar ini menjadi ciri khas model pendidikan Islam di Indonesia agar dapat memperoleh tujuan pendidikan serta mencetak intelektual muslim yang berguna bagi bangsanya. Kontribusi pemikiran Cak Nur dalam dunia pendidikan sangat besar diantaranya adalah : pendidikan merupakan proses menuju kesempurnaan, memiliki paradigma etik dan moral, dan pengembangan potensi fitrah manusia.

Api pembaharuan pendidikan Islam ala Cak Nur tidak pernah padam, gagasannya terus dikaji, dan pemikirannya menjadi acuan untuk mengembangankan model pendidikan terbaik. Berkat gagasannya tersebut kini Konsep pendidikan tradisional dan modern tak lagi saling bersebrangan, namun keduannya saling melengkapi dan memiliki peran yang sangat penting dalam mengedepankan pendidikan Islam Modern di Indonesia.

Wocoen   Jalan Pendidikan Anak Tergantung Ridha Orang Tua

Harapanya gagasan Cak Nur tentang pembaharuan Pendidikan Islam menjadi rujukan bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mencetak intelektual muslim yang mampu membebaskan umatnya dari belenggu kebodohan dan kemiskinan sehingga dengan peranya akan tercipta negeri yang memiliki nuansa pendidikan dan peradaban yang unggul. Oleh karenanya visi Cak Nur dalam memajukan pendidikan ialah : “hanya lewat pilar pendidikan maka peradaban itu bisa dibangun”.

Brebes, 26 Juli 2018.

Sumber :

materi presentasi perkuliahan filsafat ilmu magister pendidikan bahasa arab UIN Maliki Malang dengan tema strategi pengembangan potensi intelektual muslim.

You Tube : Nurcholis Madjid – Maestro Indonesia

www.gusdur.net ; tiga pendekar dari Chicago.

Muhammad Bagus Ainun Najib
Muhammad Bagus Ainun Najib Putra seorang petani bawang merah asal Brebes, suka nglayab dan sekarang sedang menempuh magister Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maliki Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.