Rion Albukhari lahir di Bayang, Pantai Barat Sumatera. Sekarang adalah mahasiswa di Unand pada prodi ilmu sejarah. Menulis esai dan puisi yang sudah dimuat di media. Bergiat di organisasi Cendekia dan Rumah Baca Pelopor 19.

BELAJAR TIDAK CENGENG

Rion Albukhari 14 sec read 57 views

Senja yang jinak
dan burung-burung bondol,
bukit-bukit dan pelayaran langit.
Angin sawah juga telah
mengirimkan wajahnya
yang lembab dan sayu,
lalu ingin pula
dengan segera
kutuliskan nama
dan merah matamu,
yang menempa bunga-bunga lili
di badan malam,
dalam baris-baris
yang kacau ini,
di mana aku telah menjadi
bangkai terakhir di situ,
biar lengkap lanskap;
getir dan derita.

Tapi sepertinya
aku tidak boleh
selalu cengeng
dan kisruh.

Wocoen   Puisi Muzalifatun Nadhiroh: Pengantar Tidur
Rion Albukhari
Rion Albukhari lahir di Bayang, Pantai Barat Sumatera. Sekarang adalah mahasiswa di Unand pada prodi ilmu sejarah. Menulis esai dan puisi yang sudah dimuat di media. Bergiat di organisasi Cendekia dan Rumah Baca Pelopor 19.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.