Puisi

Bengis

Habis lalu maka kulepas makna
Laju laku sumbang yang gagal kau sambung
kini kuyup
sibuk menyusup

Di teras, deras mengeras
Bernyanyi di kuping yang hancur berkeping-keping
Sebersit angin penuh angan mengeja sumpah dalam kenangan
Kau separuh sepi disesap tatap
Sedang aku menggelap dilahap lelap

Kau bilang hilang,
Nyatanya padam sebab pandang
Nyatanya surut sebab sorot
Kau ini apa?
Menyusahkan saja!

Baiknya kukubur kabar kabur
Sebab kau telah gagal kulebur
Tapi tawamu masih selugu lagu anak-anak di otakku
Rupamu masih sanggup menawan awan kelabu di kalbu
Sukmamu masih tersesat sebab siasat yang gagal kau susut
Aku salut!

Ah!
Lagi-lagi kau asyik memercik bisik
Seduhkan sedih pada tubuh yang mulai runtuh
Tak tahu ceceran sayang yang sengaja kulelang, kujual eceran
Sebab lelah, sia-sia saksikan kisah yang kau sisakan
Ah!

Kasih, ampuni aku
Malam ini terpaksa
Kubuang kau bagai beling di antara kerling jahil
Kuremas kau bagai puisi yang gagal kutulis:Ini!
“Sudah, pergi!”

Wocoen   Tujuh Puluh Dua Purnama
Tags

Livalutfian R. Iza

Gadis asal Malang yang sedang menempuh studi di Pendidikan Bahasa Arab universitas negeri Malang, Pernah bergabung dalam penulisan antologi puisi.

Related Articles

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close