Sosial Agama

Berhijab Bukan untuk Membully

Hijab belakangan ini menjadi suatu hal yang sangat kontroversial baik di medsos (Media Sosial) atau di yutube, apalagi di kalangan keluarga +62 ini, banyak yang memperbincangkan persoalan Hijab, entah itu kewajiban berhijab hingga hijab yang berlebel agama ( Hijab Syar’i) yang sering disebutkan oleh ukhti-ukhti hijrah, semua itu diperbincangkan para ustadz kelas kakap sampai ustadz-ustadz anyaran pun turut meramaikan, bahkan diperdebatkan, tidak hanya itu , malah saling menyalahkan dan merasa paling benar.

Fenomena ini sangat sering terjadi, padahal masalah hijab sendiri sudah dibahas oleh para Ulama klasik dan kontemporer, bahwa menutup aurot itu wajib namun  menuai perbedaan pendapat tentang masalah pemakaian hijab itu sendiri, ada yang mewajibkan, dan ada juga yang tidak, namun yang lebih penting dari itu semua  adalah tidak saling menyalahkan dan merasa paling benar karena itu semua dapat mengganggu kestabilan kerukunan berkeluarga.

Belakangan ini ada kejadian bahwa Ketika ada seseorang yang bukan dari golongannya mengeluarkan statement kontroversial tentang hijab atau lainnya yang masih berhubungan dengan masalah Furu’iyah agama, maka tangan –tangan jail kita merasa gatal dan ingin secepatnya untuk mengetik serta menghujat habis-habisan seperti rombongan kucing bertemu dengan mangsanya yakni si tikus, dengan mencabik-cabiknya dan tak ada ampun baginya, seyogyanya kalau memang statement itu salah dan kurang benar yaa ajaklah dia ngopi namun jangan lupa di bayari yaa…. heheh siapa tahu dengan berdiskusi baik-baik dan gratisan seperti diatas keharmonisan dan kerukunan akan tetap terjaga, dengan tanpa ada unsur saling menghujat dan membully, apalagi masalah fikih yang cenderung bersifat dinamis dan para Ilmuan klasik pun juga berbeda pendapat dan pandangan tentang hal itu, semua kejadian itu ada disebabkan karena ada unsur benci yang meluap dan tak tertahankan  baik terhadap orangnya atau terhadap golongannya yang tidak sefaham serta sepemikiran dan juga tak ingin mencoba untuk saling memahami dan mau mengerti antara satu dengan yang lainnya, hal ini sama juga dengan kentut, semakin ditahan kentut itu, maka akan semakin keras suaranya dan sangat harum baunya… hehe

Wocoen   Haji

Marilah kita mengaca pada negara-negara lain, mereka saling berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi dan memajukan negara, namun kita masih saja tetap berlomba-lomba untuk saling meghujat dan memajukan kejumudan kita, namun itu semua bukan menjadi rahasia umum lagi tapi itu juga adalah salah satu keunikan negatif yang kita miliki yang sudah tersebar luas di belahan dunia. Berdiskusi itu boleh dan sangat baik juga dianjurkan dalam Islam, tapi jangan lupa menggunakan akal kepala kita bukan akal dengkul kita loh yaa, namun yang tidak boleh adalah menghujat dan menyalahakan pendapat yang tidak sefaham apalagi memfitnah, hal itu malah sangat dilarang dalam Agama.

Sebagai Muslim tidak sepatutnya kita saling menyalahkan dan kaku terhadap orang yang tidak bersependapat dengan kita, karena Islam sendiri mengajarkan untuk saling menghormati dan toleransi terhadap sesama, jika ingin berhijab, maka silahkan memakainya dan jangan menyalahkan juga membully yang belum berhijab, jika belum berhijab, maka silahkan tidak memakai hijab namun jangan menyalahkan yang sudah berhijab, ketika kita saling memahami maka hidup akan lebih indah atas perbedaan itu, tanpa ada ngotot-ngototan, tanpa saling membully, dan juga saling menjatuhkan apalagi sesama Muslim, mari kita  jaga keharmonisan dan kerukunan rumah tangga kita dengan saling memahami antara satu dengan yang lainnya.

Muhammad Tareh Aziz

Muhammad tareh aziz seorang jomblowan yang berstatus santri, lahir di Gresik, 5 september 1995. Alamat : bedanten bungah gresik.

Related Articles

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close