Cari Muka

Terkutuklah mereka yang tak bisa
mencari mukanya sendiri: muka yang telah
Tuhan berikan kepada setiap manusia
agar dapat meraih senyumnya sendiri.
“Maklum, senyumku sedang beristirahat
di dalam murung setelah lelah seharian
menyapa para atasan pemburu untung,”
ucap seorang pencari muka yang hidupnya
sudah bosan menanti tuannya kaya raya.

Terberkatilah mereka yang sudah bisa
menemukan mukanya sendiri: muka yang telah
Tuhan berikan kepada setiap manusia
agar dapat menjalani hidup dengan penuh
percaya diri tanpa harus tengok sana-sini.
Dan senyum memang tak perlu dibangunkan paksa,
biarkan mereka terlelap hingga akhirnya terjaga
oleh sepasang mata yang tepat; mata yang akan
membuat hidup teringat bahwa kekayaan
dapat dicapai dengan kebebasan
memerdekakan muka sendiri.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Bintang Ramadhana Andyanto 6 Articles
Saat ini saya berusia 19 tahun. Saya mulai menyukai dunia sastra sejak menginjak bangku kelas XII. Awal mula ketertarikan saya terjadi karena saya membaca sebuah novel karya Fiersa Besari yang berjudul “Konspirasi Alam Semesta”. Sejak itu, saya telah jatuh cinta pada dunia tulis-menulis.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.