Doa Bunga Matahari

Sebelum meninggalkan magrib,
Ia berangkat dari keindahan indrawi
Lalu bangkit menuju yang suci
Puji-pujian melagu kepada penghulu

Bunga matahari melangkah menuju peredaran
Dari muka bumi menuju realitas hakiki
Sedemikian rupa, sejauh kesanggupan itu ada
Matahari berdoa mendendangkan pujian

Yang suci mengkaruniakan keindahan
Timbal balik atas sebuah keadaan
Doa, wujud penghambaan
Dialektika cinta antara hamba dengan sang Tuhan

Dan….,
Jika Tuhan menarik bunga matahari
Dimensi-dimensi menghakimi
Semua sebatas prosesi
Daya mereda di belakang obor alam raya ini

Yogyakarta, 21/11/21


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Umi Nurhayati 3 Articles
lahir pada tanggal 12 Oktober 1990 di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini selain sebagai penulis, dalam keseharian ia disibukan dengan kegiatan mengajar di SMA Dharma Amiluhur Bantul Yogyakarta. . “Bicara logika bicara akal, bicara akal bicara rasional, bicara rasional bicara kenyataan, bicara kenyataan bicara fakta, bicara fakta bicara kejadian, bicara kejadian bicara pengindraan, bicara pengindraan bicara kesyukuran, bicara kesyukuran bicara Allah. Maka dengan itu, selalu libatkan Tuhan dalam setiap aktivitasmu.”

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.