Genangan Kenangan

Genangan kenangan membasahi kedua
bola mataku pada suatu senja.
Ia menangisi semua sore
yang terlewati tanpa makna;
yang berakhir mengering ketika
genangan itu tak lagi bernyawa.

Genangan kenangan membasahi seluruh
rangkaian mimpiku pada suatu fajar.
Ia menangisi semua pagi
yang terlewati tanpa arti;
yang berakhir sedih seketika ketika
kenangan mesti mati di penghujung senja.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Bintang Ramadhana Andyanto 6 Articles
Saat ini saya berusia 19 tahun. Saya mulai menyukai dunia sastra sejak menginjak bangku kelas XII. Awal mula ketertarikan saya terjadi karena saya membaca sebuah novel karya Fiersa Besari yang berjudul “Konspirasi Alam Semesta”. Sejak itu, saya telah jatuh cinta pada dunia tulis-menulis.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.