Henri Bergson Ingatan Murni

Pendahuluan

Filsafat sebagai mana kita tahu, jika dilihat dari istilah berasal dari bahasa Yunani kuno yakni philosophia yaitu cinta kebijaksanan, dalam filsafat pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dilakukan secara terus menerus, dalam upayah mencari jawaban yang bijaksana.

Dalam filsafat sebagai kita ketahui memiliki dua sumber kuat untuk memperoleh pengetahuan, mungkin bukan hanya sumber melainkan mazhab, dalam sejarah filsafat, Plato dan Aristoteles adalah dua filsuf yang memiliki pandangan yang berbeda terkait sumber pengetahuan yakni Plato dianggap sebagai tokoh Rasionalisme, pandangan ini bahwa sumber pengetahuan itu berasal dari Rasio dengan kata lain, Rasionalisme menempatkan posisi Rasio sebagai sumber terpercaya dalam memperoleh pengetahuan, menurut kaum Rasionalisme, realitas dan beberapa kebenaran tentanf realitas bisa dicapai tanpa tergantung pada pengamatan. Contoh Rasionalisme yaitu bahwa akal sebagai mana kita ketahui secara tidak langsung mengetahui mana benar dan mana salah, karna akal mampu membedakan itu.

Sedangkan pandangan Aristoteles dianggap sebagai empirisme pandangan ini berpendapat bahwa pengetahuan bisa dicapai oleh pengalaman-pengalaman kita, sebagai contoh jika kita ingin mengetahui bahwa api adalah panas, maka kita harus menyentuhnya, sehingga kita berkesimpulan bahwa api memang panas.

Kedua mazhab ini bisa dikatakan sumber pengetahuan hanya bisa diraih oleh Rasionalisme dan Empirisme namun tunggu dulu ada satu lagi yakni Intuisionalisme yang di paparkan oleh Filosof asal Francis yakni Henri Bergson, memang yang paling banyak menarik perhatian disamping Jean Paul Sartre yang pemikirannya Tentang Eksistensialisme, tapi jangan lupakan Henri Bergson

A. Riwayat

Henri Bergson (1859-1941)Filsuf prancis ia lahir di paris, anehnya filsuf yang dikenal sebagai khas prancis ini lahir dari orangtua yang berkebangsaan asing, ayahnya adalah pemusik dari Polandia sedangkan Ibunya orang inggris. Ayah dan ibunya penganut agama Yahudi dan Henri dibesarkan dalam suasana Yudaisme yang tradisional. Ia masuk Lycee Condoret salah satu sekolah menengah yang terkemuka di Paris, ia sangat berbakat ia merebut tempat pertama dalam mata pelajara matematika maupun filsafat, konon Guru Matematikanya kecewa mendengar ia telah memutuskan belajar filsafat terus.

Pada tahun 1881 ia menjadi guru filsafat dan sastra di prancis di Angers, dan pada tahun 1889 ia meraih gelar doctor es lettres berdasarkan tesis besarnya Essai Sur Les Donnees Immediates de la conscience ( esai tentang data yang berlangsunh disajikan kepada kesadaran)., pada tahun 1897 ia menjadi dosen di Ecole normale superieure dan sejak tahun 1900 ia mengajar sebagai profesor di College de france, mula mula tentang sejarah filsafat yunani tetapi dari tahun 1904 juga tentang filsafat modern, pada saat itulah kuliahnya mengembakan daya tarik untuk mahasiswannya. Pada tahun 1921 ia berhenti mengajar karena alasan kesehatan, pada akhir hidupnya Bergson merasa semakin tertarik akan Gereja Katolik seperti tampak dalam bukunya yakni Sumbet dari Moral dan agama, Bergson meninggal di Paris pada tgl 3 januari 1941.

B. Ingatan murni

Dalam buku materi dan ingatan, Bergson mempelajari hubungan jiwa dan tubuh, antara Ruh dan materi. Ia memulai dengan mengatakan bahwa pendirinanya dalam buku ini pada dasarnya bersifat dualistis karena mempertahankan materi dan ruh sebagai kenyataan, ia menolak pandangan monisme pandangan hanya memiliki satu unsur saja.

Pada akhir abad 19 banyak penelitian yang dilakukan Bergson salah satunya tentang otak dan ingatan, menurut bergson, ingatan memiliki dua macam yang pertama terdapat ingatan yang terdiri atas mekanisme-mekanisme motoris yang kira-kira sama dengan kebiasaan-kebiasaan, berkat ingatan ini kita dapat menghafalkan sesuatu, ingatan ini merupakan pengulangan mekanis belaka, seorang anak kecil misalnya dilatih untuk berjalan, dan pada akhirnya anak kecil tersebut jika ingin kemanapun berjalan menggunakan kedua kakinya. ingatan ini tak terbatas pada manusia saja akan tetapi pada hewan pula, misal seekor Beo yang dilatih untuk berkata apabila diberi rangsangan yang tepat. dalam ingatan ini hanya merupakan suatu disposiai badani untuk menjawab suatu rangsangan dengan cara tertentu. Dalam hal ini tidak terlihat unsur rohani apapun.

Dan ingatan lainnya yakni yang disebut oleh Bergson adalah “Ingatan Murni”. Ingatan ini membentuk dan “Merekam” angan-angan setiap kejadian dalam hidup kita, ingatan ini bersifat rohani dan mengakuti adanya ingatan ini berati mengakui pula bahwa sebagian dari kehidupan psikis kita berlangsung didalam bahwa permukaan kesadaran misalnya kita melihat sesorang yang kita kenal dan kita sudah lama tidak bertemu dengan dia, dan sudah lama sekali akhirnya kita bertemu lagi dengan dia maka kita teringat pada masa lalu bahwa kita pernah bertemu dan mengenalnya. Itulah bisa dikatakan sebagai Ingatan Murni,.

Kesimpulan

Henri Bergson adalah seorang filsuf Asal Prancis yang memperkenalkan bahwa pengetahuan bisa didapatkan melalui intuisi selain Rasio dan Empirisme, pemikiran tentang ingatan merupakan salah satu dari buah pemikirannya, dimana menurutnya ingatan terbagi menjadi dua, pertama ingatan yang terdiri atas mekanisme mekanisme motoris yaitu pengulangan mekanisme. Sedangkan ingatan kedua yang ia sebut sebagai ingatan murni adalah ingatan yang bersifat psikis yang berlangsung di bawah sadar.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.