Ahmad Hasanuddin (Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Islam dan Semangat Pembebasan (Bagian Dua)

Ahmad Hasanuddin 2 min read 0 views

demo-petani-tembakau

Dengan kondisi yang penuh ketidakadilan dan bobroknya moral masyarakat Arab saat itu, datanglah Nabi Muhammad membawa risalah kenabian. Beliau sangat prihatin melihat kondisi masyarakat sekitarnya. Dari situlah beliau bermeditasi untuk melakukan suatu refleksi Ilahiah bagaimana mewujudkan tatanan masyarakat yang adil.

     Dari situlah Islam sebagai agama wahyu yang membawa panji panji keadilan dan semangat pembebasan lahir. Islam sebagai agama yang dibawa oleh nabi Muhammad tak sekedar ajaran ketuhanan yang transendental dan begitu melangit. Ada prinsip yang begitu substansial dalam misi ajaran kenabian Muhammad. Semangat pembebasan menuju masyarakat yang Adil itulah substansi yang banyak tidak kita fahami dalam misi kenabian.

     Kondisi ekonomi yang begitu curang dalam bentuk perdagangan yang sarat riba adalah hal yang biasa kala itu. Perbudakan juga tak kalah mengerikan, dalama praktek masyarakat jahiliah masa nabi. Perempuan sebagai gundik dan dan tak lebih dari barang dagangan menjadi hal yang lumrah dalam masyarakat arab. Dalam praktek yang begitu licik dan sarat ketidak jujuran nabi justru keluar dari kebiasaan bobrok tersebut dengan mempraktekkan cara berdagang yang jujur dan penuh keadilan.

    Nabi mengajarkan prinsip prinsip keadilan dalam berdagang. Dan melarang praktek monopoli. Upaya yang dilakukan oleh nabi dalam praktek perbudakan adalah dengan berusaha menghapus segala bentuk perbudakan. Dari sinilah terlihat bagaimana semangat islam yang dibawa panutan kita sebagai islam yang membebaskan dan berkeasilan.

    Asghar Ali Enginer menjelaskan bahwa pembesar pembesar quraiys saat itu khawatir terhadap misi Nabi, bukan karena aspek monoteisme yang dibawa nabi. Tetapi lebih kepada kekhawatiran mereka dalam hal ekonomi akan tergeser. Artinya dengan semangat kejujuran dan usaha penghapusan perbudakan yang dilakukan nabi akan mengganggu sistem perekonomian pembesar Quraiys. Status qou ekonomi kaum kapital Quraiys inilah yang berusaha dijaga oleh bangsawan-bangsawan kaya saat itu.

Wocoen   Refleksi : Menyelami Lailatulqadar

    Semanagat Islam pembebasan adalah semangat mengeluarkan umat manusia dari segala belenggu yang menjadikan manusia terkungkung oleh keadaan. Baik itu keadaan ekonomi, sosial, politik atau buadaya yang ada. Semangat pembebasan inilah yang akan mengantarkan manusia pada tahap keadilan. Karena keadilan tak akan tercapai tanpa pembebasan. Semangat pembebasan inilah yang perlu kita tanamkan dalam diri sendiri, masyarakat dan umat manusia.

    Namun realitas saat ini seakan mengulang kembali setiap periode sejarah. Penindasan dan penghisapan tak lekang oleh waktu. Dalam bentuknya yang begitu halus dan mematikan sistem ekonomi kapitalisme yang pada puncaknya saat ini adalah neoliberalisme mengantarkan umat manusia pada ketidakadilan dan penghisapan yang begitu nyata. Umat Islam pun tak lepas dari realitas sosial tersebut. Umat Islam berada dalam kungkungan kapitalisme. Ia terjerat begitu akut, bahkan menjadi pelaku sistem yang begitu menghisap.

    Kapitalisme dengan semangat individualismenya menjadikan umat manusia semakin memperkaya diri dan lupa terhadapa manusia lain yang terhisap karena ulahnya. Lebih dari itu umat Islam yang harusnya sadar akan terjadinya ketidakadilan dan penindasan yang terjadi dimana mana, malah sibuk memperdebatkan persoalan persoalan simbolitas kegamaan. Sesuatu yang seharusnya selesai pada masing masing individu.

     Dengan realitas penghisapan yang begitu nyata, dimana terjadi jurang pemisah yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin, semestinya substansi dan nilai revolusioner dalam Islam kita bangun dan kontekstualisasikan kembali di era saat ini. Pembebasan sebagai prinsip agama yang begitu revolusioner seharusnya kita aplikasikan dalam semangat melawan kapitalisme ekonomi yang begitu akut saat ini. Agar agama  Islam tak hanya sekedar menjadi forum forum ceramah yang menjadi bisnis moral dan bisnis online yang meninabobokan umat islam. Lebih dari itu umat islam agar tak menjadi pengekor dan objek kepentingan sebagian politikus dan mereka yang berjubah ulama untuk komditas semata.

Wocoen   Kebingungan Air

Walla hu’alam.

Ahmad Hasanuddin
Ahmad Hasanuddin (Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.