Islam Itu Menghormati Bukan Mengkriminalisasi

Bulan Ramadan datang, masalah buka warung di siang hari pun ikut datang. Dari zaman dulu sampai sekarang permasalahan dan pembahasan tak pernah berkembang. Pro dan kontra masalah warung selalu menjadi topik yang seru untuk dirundingkan dan diperdebatkan. Mbok ya berkembang sedikit. Hehe.

Dilansir dari iNews Siang memberitakan bahwa ada Satpol PP di beberapa daerah tertentu menegur pemilik toko untuk menutup warungnya di siang hari. Sebab ada peraturan pemerintah dari daerah tersebut yang mengatur jam operasional buka warung selama bulan Ramadan.

Untung saja mereka tidak ikut-ikutan menutup warung secara ekstrem dengan merusak dan menjarah warung makan tersebut. Sebab Islam itu merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menghakimi, menghormati bukan mengkriminalisasi.

Dari sini menimbulkan pertanyaan di benak penulis, apakah di daerah tersebut hanya dihuni umat Muslim? Mengapa tidak ada peraturan larangan menutup warung Ketika agama lain berpuasa? Apakah semua umat Islam wajib berpuasa? Eits, jangan salah lho, ternyata ada juga orang Islam yang malah dilarang untuk berpuasa.

Kebanyakan kita tak sadar bahwa ketika Ramadan datang seluruh umat Islam mempunyai kewajiban untuk melakukan puasa. Padahal tidak seperti itu juga, boleh bagi umat islam tidak berpuasa jika ada uzur syar’i, bahkan tidak boleh untuk melakukan puasa, seperti orang yang sedang haid atau nifas.

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta menuruti hawa nafsu. Ketika kita ingin dihormati dengan menutup warung yang buka di siang hari, berarti kita masih menuruti hawa nafsu kita. Padahal sejatinya puasa adalah bukan untuk meminta penghormatan dari orang lain namun sejauh mana iman dapat menjaga nafsu kita untuk tidak tergoda.

Ibarat kata, di depan rumah kita ada pohon kelapa yang berbuah juga sangat segar di minum, untuk menghormati kita yang lagi puasa maka harus kita tebang pohonnya agar tidak mengganggu ibadah puasa kita. Ya, kan tidak begitu juga. Mengutip dari dawuh Gus Dur “jika kita muslim yang terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati yang tidak berpuasa.”

Nah, di sini mungkin solusinya adalah tidur. Karena tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, daripada tergoda atas ketidaknyamanan terhadap warung yang buka atau pohon kelapa yang berbuah segar tadi. Hehehe.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Muhammad Tareh Aziz 16 Articles
Muhammad Tareh Aziz, seseorang yang berstatus santri. Beralamatkan di Bedanten Bungah Gresik.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.