Kaos Kaki

Tak ingin kehilangan,
Kembali, kali ini kekasihku
Memberiku kaus kaki tidur.
‘Ini sepasang kaus kaki tidur,
Buat melindungi kaki tropismu
Dari jahanamnya suhu malam
Di bawah tiga puluh lima
Derajat celcius, love u’, ungkapnya
Selepas memberiku sepasang
Kaus kaki dengan aksen polkadot.
‘Mengapa? Mengapa kau begitu baik’
Aku melahirkan tanya,
‘Begitu peduli, bahkan setelah sandal ando pemberianmu
Hilang dari kakiku serupa pejuang
Hak asasi manusia yang
Hilang di tangan negara’ pungkasku
Lalu kau pun menjawabnya,
Seperti kesurupan sufi.
‘Perihal segala yang hilang,
Segala yang pergi, akan kembali
Dalam bentuk yang lain,
Begitu juga para aktivis,
Akan kembali menyemai
Bunga-bunga perlawanan’
Belum selesai aku berkedip
‘Perihal ando dan skyway
Sebenarnya adalah sama
Di haribaan alas kaki,
Namun perihal aku yang peduli,
Adalah perihal aku
Yang tak akan pergi’,
Kau pun mengakhiri tanda tanya.

(2021)

About Moch Aldy MA 2 Articles
lahir di Bogor, Jawa Barat—pada 27 Maret 2000. Bukunya: Timbul Tenggelam Philo-Sophia Kehidupan (2020); Timbul Tenggelam Spirit-Us Kehidupan (2020); Trias Puitika (2021).Pembaca yang suka menulis ini adalah penerjemah, kreator sekaligus kurator puisi, prosa dan cerpen.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.