Kapuk Randu

awan berjatuhan dari pohon-pohon randu lereng bukit
lari meninggalkan ketinggian, melepaskan langit.
pecah menghambur dari cangkang keras di musim ranggas
menuju tempat tidurmu
menyusup di bantal-bantal ruang tamu
menyerupai boneka lucu masa kanak-kanak
atau lesap ke derak-derak pemintal.

awan yang tak lagi meneteskan air mata
lupa akan lembab lumut, siut kabut dan suit burung
rela menyesap dan mengusap linangan mata murung
meremas cemas, meredam gigil demam
juga gemuruh cahaya langit
menutup telinga dinding-dinding yang suka menguping
saat kaukalam nama-nama yang lepas dari dekap
merekap setiap mimpi saat terjaga dan lelap
mimpi yang tercebur di masa lalu atau terkubur dari masa depan.

awan yang membenci musim hujan
karena basah tak mampu membasuh
debu yang melekat likat sepanjang kemarau.
mengulur peluk, mengalur lapuk
mengular jarak antara dia dan kau.
lalu apa yang kau harapkan
dari hujan yang membanjiri serat-serat tubuh
dengan aroma apek dan spora cendawan?

Karawang 2022


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Winarni Dwi Lestari 1 Article
Lahir di Tuban, kini tinggal di Karawang – Jawa Barat. Saat ini menekuni usaha property. Studi terakhir adalah Sarjana Univ Telkom. Puisinya pernah dimuat di media cetak maupun online. Pecinta puisi dan masih terus belajar menulis puisi.

1 Comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.