Kata-kata

Kata-kata, berilah aku rezeki yang berlimpah.
Aku ingin membelikan puisi rumah terindah
agar gundahnya tak lagi menjadi
gelandangan di jalanan.
Aku ingin membelikan gundah kopi ternikmat
agar ia punya teman setia dalam menangisi
kehidupan yang seringkali tidak nikmat.

Kata-kata, berilah aku rezeki yang berlimpah.
Aku kasihan melihat ibu yang doanya
semakin bertambah panjang setiap harinya.
Aku kasihan melihat doa yang terus ditagih
meski tak punya utang apa-apa.

Kata-kata, berilah aku rezeki yang berlimpah.
Suatu hari nanti akan kuberikan puisi
ibu terindah untuk merawat gundah
yang telah lama terlunta-lunta.
Suatu hari nanti akan kuberikan utang
kopi terlezat agar ia bisa duduk-duduk dulu
di beranda sebelum aku melunasinya
dengan doa yang semakin singkat saja
setiap harinya.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Bintang Ramadhana Andyanto 6 Articles
Saat ini saya berusia 19 tahun. Saya mulai menyukai dunia sastra sejak menginjak bangku kelas XII. Awal mula ketertarikan saya terjadi karena saya membaca sebuah novel karya Fiersa Besari yang berjudul “Konspirasi Alam Semesta”. Sejak itu, saya telah jatuh cinta pada dunia tulis-menulis.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.