Kenangan Cinta di Bulan September

Hujan di bulan September
meninggalkan jejak di urat-urat hubungan.
Banjir yang menjadikan kata berlumpur bisu.
Kepada kau wanita pujuaan
yang aku letupkan.
Sehingga cinta yang ragu
pada waktu itu berakhir dengan kata putus.

Hujan di bulan September
mengguyur cinta yang putus.
Hanyut ke saluran hati.
Namun, tetap utuh
dengan cangkar
yang menjadikan kenang tetap ada di hati.

(Padang, 2020)

About Rilen Dicki Agustin 1 Article
lahir di Pasaman, Sumatera Barat, 10 Agustus ; tinggal di Pasaman. Saat ini, ia mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Andalas, Padang. Aktif bergiat di Labor Sastra dan Seni (LSS), sebagai wakil ketua. Puisi-puisinya tersiar di berbagai media massa. Buku tunggalnya, "Lupa Hormat Pada Merah Putih" (2020) dan mempersiapkan buku ke-2, "Air Mata Rindu Dalam Gelas".

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.