Kisah di Rawa yang Rimba

Pada rawa tumbuh ilalang berdesakan
Beralas mata air paling keruh
Riak-riak mengambang tanda permukiman ikan
Berlalu-lalang sambil digiring mata angin
Menuju muara dihuni buaya
Berhidung belang, melihat katak remaja sedang melamun
Di atas daun padma tanpa bunga
Pada petang yang rimba
Buaya merayu, agar katak remaja naik ke punggungnya
Diajak melewati taman kangkung
Bertemu ikan-ikan bingung
Mencari asal mereka akur
Bisa saja katak menjadi santapan lezat,
Dengan lalapan kangkung
Ah, cinta bisa membuat nafsu makan tersendat
Bisa-bisa mati kendat
Berbahagialah katak dan buaya,
Silsilah pemangsa jatuh cinta pada yang dimangsa

Gresik, 15 April 2022


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Nurul Nasuchatul Faizah 1 Article
lahir di Gresik pada tanggal 4 Mei 2001. Belajar dan bergabung di AIS (Asqa Imagination School), COMPETER (Community Pena Terbang), dan KOPIP (Komunitas Penikmat Puisi). Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media online, seperti Buletinkapas, Riausastra, Gokenje, Dermagasastra, Ruangjaga, Kabaran.id, Cerano.id, Ngewiyak, dll.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.