Kunci Kesuksesan Pengimbasan Sekolah Penggerak untuk Mewujudkan Transformasi Pendidikan Seluruh Sekolah di Indonesia

Program Sekolah Penggerak diluncurkan Kemendikbudristek sebagai tawaran bagi terwujudnya transformasi pendidikan Indonesia (Dok. Kemendikbudristek)

Pada Februari 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan Program Sekolah Penggerak sebagai bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar. Program Sekolah Penggerak menjadi sebuah tawaran yang menjanjikan terwujudnya transformasi pendidikan Indonesia ke arah pendidikan yang lebih berfokus pada kualitas siswa hasil pembelajaran serta pendidikan yang peka dan adaptif terhadap keunikan potensi setiap siswa. Dalam program ini, upaya untuk mewujudkan transformasi pendidikan tersebut dilakukan melalui peningkatan mutu kepala sekolah dan guru. Kemendikbudristek akan melakukan penanganan langsung dan khusus kepada kepala sekolah dan guru di sekolah-sekolah yang terseleksi menjadi sekolah penggerak. Sementara, sekolah-sekolah yang tidak terseleksi menjadi sekolah penggerak diharapkan akan mengalami transformasi pendidikan dari pengimbasan sekolah penggerak mengenai berbagai hal yang diterima dari penanganan langsung dan khsusus kemendikbudristek. Dengan begitu, harapannya dalam jangka waktu tertentu semua sekolah di Indonesia akan menjadi sekolah penggerak dan transformasi pendidikan Indonesia dapat terwujud. Lalu, yang menjadi persoalan yaitu bagaimana dapat dipastikan bahwa sekolah-sekolah penggerak yang telah mendapat penanganan langsung dan khusus tersebut mampu memberi pengimbasan bagi sekolah-sekolah yang lain sehingga sekolah-sekolah yang lain tersebut mampu menjadi sekolah penggerak juga. Atau sebaliknya, bagaimana dapat dipastikan bahwa sekolah-sekolah yang tidak terseleksi menjadi sekolah penggerak mampu menjadi sekolah penggerak dari pengimbasan sekolah-sekolah yang telah menjadi sekolah penggerak.

Ada kemungkinan bahwa tidak mampunya sekolah-sekolah penggerak dalam mengimbasi sekolah-sekolah lain untuk menjadi sekolah penggerak ataupun kemungkinan bahwa tidak mampunya sekolah-sekolah yang lain tersebut menjadi sekolah penggerak dari pengimbasan hanya akan menciptakan sekelompok kecil sekolah berstatus “sekolah penggerak” yang notabenenya merupakan sekolah yang mendapat penangangan langsung dan khusus, tidak seperti sekolah-sekolah lain yang tidak terseleksi menjadi sekolah penggerak. Jika demikian, program sekolah penggerak hanya akan menciptakan perbedaan kasta sekolah-sekolah di Indonesia di mana sekolah penggerak seolah-olah menjadi anak emas yang diperlakukan khusus. Berdasarkan persoalan tentang kemungkinan yang telah dijelaskan, sebenarnya kunci kesuksesan pengimbasan sekolah penggerak kepada sekolah lain yang tidak terseleksi menjadi sekolah penggerak yaitu komitmen, kompetensi, dan kolaborasi seluruh pihak yang berkaitan penting dalam mekanisme pengimbasan sekolah penggerak, khususnya setiap kepala sekolah dan guru yang ada di seluruh Indonesia karena dalam program sekolah penggerak kepala sekolah dan guru berperan untuk membawa sekolahnya masing-masing dan membantu sekolah lainnya menjadi sekolah penggerak. Pertama, kepala sekolah dan guru harus terlebih dahulu memiliki komitmen terhadap transformasi pendidikan seperti yang telah disebutkan, khususnya komitmen terhadap transformasi pendidikan di sekolah masing-masing tempat mengabdinya. Kepala sekolah dan guru harus sadar bahwa dirinya memiliki keterikatan perjanjian atau kontrak yang sifatnya mulia dengan sekolah tempat mengabdinya beserta berbagai komponen yang ada di dalamnya. Dengan kesadaran akan komitmen tersebut seharusnya kepala sekolah dan guru juga sadar akan kewajiban serta tanggung jawabnya untuk membawa sekolah tempat mengabdinya terus mengalami peningkatan mutu pendidikan sehingga mau dan mampu berpartisipasi aktif dalam program sekolah penggerak yang merupakan jalan menuju transformasi pendidikan yang telah diusung kemendikbudristek.

Kedua, kepala sekolah dan guru di sekolah yang terseleksi menjadi sekolah penggerak harus memiliki dan terus mengasah kompetensi dalam mendayagunakan dengan baik berbagai hal yang didapatkan dari penanganan langsung dan khusus dari kemendikbudristek. Kepala sekolah dan guru sekolah-sekolah penggerak harus mampu memanfaatkan dengan maksimal pendampingan konsultatif dan asimetris, mampu mengimplementasikan dengan maksimal berbagai pelatihan yang diberikan dalam upaya penguatan kualitas SDM pemangku kepentingan sekolah, mampu mengubah paradigma pembelajaran lama menjadi paradigma pembelajaran baru yang digagas dalam program sekolah penggerak, mampu melakukan perencanaan berbasis data guna mengevaluasi mutu pendidikan, dan mampu beradaptasi dengan digitalisasi sekolah. Kemudian, kepala sekolah dan guru yang sekolahnya belum berkesempatan terseleksi menjadi sekolah penggerak haruslah memiliki motivasi yang tinggi untuk terus mengevaluasi serta meningkatkan kompetensi yang dimilikinya terhadap penanganan langsung dan khusus dari kemendikbudristek kepada sekolah penggerak yang dapat dilakukan dengan mengeksplor berbagai sumber terkait seluk beluk penanganan langsung dan khusus tersebut, belajar dari berbagai praktik pendidikan pribadi maupun luar pribadi, dan belajar dari dan bersama rekan sejawat yang dalam hal ini berhubungan dengan kunci kesuksesan pengimbasan sekolah penggerak yang selanjutnya. Ketiga, dalam hal kolaborasi, kepala sekolah dan guru sekolah penggerak harus totalitas dalam membantu sekolah-sekolah yang bukan sekolah penggerak untuk menjadi sekolah penggerak sebagaima penangan kemendikbudristek kepada sekolah penggerak. Kepala sekolah dan guru sekolah penggerak harus menularkan komitmen, kompetensi, serta berbagai hal yang diterima dari penangan langsung dan khusus kemendikbudristek. Kemudian, kepala sekolah dan guru sekolah lain calon sekolah penggerak haruslah mau dan mampu membuka diri untuk belajar dari sekolah-sekolah penggerak serta memotivasi diri untuk mewujudkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing yang minimal serupa dengan mutu sekolah-sekolah penggerak. Kemudian, kualitas dan kuantitas kolaborasi antara sekolah penggerak dan sekolah lain calon sekolah penggerak harus ditingkatkan melalui perluasan dan penguatan tali relasi antara kepala sekolah dengan kepala sekolah, antara guru dengan guru, maupun antaran kepala sekolah dengan guru, baik dalam lingkup satu sekolah maupun lintas sekolah, baik secara online dengan memanfaatkan berbagai sosial media, maupun secara offline dengan pengadaan berbagai jenis pertemuan-pertemuan kolaborasi.

Jika komitmen, kompetensi, dan kolaborasi seperti yang telah dijelaskan dapat terwujud, maka pengimbasan sekolah penggerak kepada sekolah-sekolah lain calon sekolah penggerak dapat berjalan secara alami, lancar, mandiri, dan masif. Adanya komitmen, kompetensi, dan kolaborasi tersebut juga dapat meminimalisir perlunya kontrol kemendikbudristek dalam memastikan terjadinya pengimbasan sehingga hal ini dapat menjadi salah satu solusi dari kritik tentang keberlanjutan program sekolah penggerak, khususnya dalam hal pengimbasan setelah pergantian kabinet pemerintahan. Kemudian, adanya komitmen, kompetensi, dan kolaborasi yang dimiliki sekolah penggerak maupun sekolah lain calon sekolah penggerak sebagai faktor pendorong terjadinya pengimbasan juga dapat menjadi solusi untuk menghindari adanya kemungkinan bahwa program sekolah hanya akan menciptakan sekolah-sekolah spesial berstatus “sekolah penggerak”. Jadi, pada intinya, terwujudnya transformasi pendidikan Indonesia secara masif bergantung pada pengimbasan sekolah penggerak kepada sekolah-sekolah lain calon sekolah penggerak. Kemudian, kunci dari kesuksesan pengimbasan tersebut adalah komitmen, kompetensi, dan kolaborasi sekolah penggerak dan sekolah calon sekolah penggerak.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Alvin Rajaswara Indonesia 1 Article
lahir di Yogyakarta pada tanggal 19 November 2001. Saya seorang mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.