Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Mencari-cari Kesalahan

Muhamad Isbah Habibii 1 min read 0 views

benci-tapi-cinta

Sebagai orang yang sudah terlanjur dianggap baik, kadang seseorang akan kesulitan ketika membenci orang yang dianggap baik lainnya. Apa yang harus dibenci kalau orang lain itu terkenal dengan kebaikannya? Apa yang harus dibenci kalau orang yang dia benci jarang ditemui melakukan kesalahan? Maka membenci orang yang seperti ini seolah merupakan sebuah kesalahan tersendiri, karena membenci orang yang dianggap baik.

Ada satu maqolah Arab yang artinya “Manusia tempatnya salah dan lupa”. Maka tanpa belajar dan berusaha pun manusia bisa dan sudah jago membuat kesalahan dan melupakan seseuatu, karena mereka memang jagonya salah dan lupa. sebaliknya, kalau ingin melakukan kebenaran dan mengingat sesuatu, maka manusia “harus berusaha”, kadang yang sudah berusaha untuk benar pun masih saja salah di mata orang lain, atau sering kali manusia kelupaan sesuatu, padahal sudah susah payah mengingat-ingat. Maka tidak ada manusia biasa yang bisa benar terus-menerus dan ingat terus menerus, ada saatnya dia akan melakukan kesalahan dan melupakan sesuatu.

Maka ada kesempatan bagi orang yang terlanjur “dianggap” baik untuk membenci sesama orang yang dianggap baik, yakni ketika orang yang dibenci itu melakukan kesalahan. Tentu semua punya kesalahan, semua punya masa dimana dia akan lupa, tapi tidak semua orang kesalahanya diketahui oleh publik. Agar terlihat benar, maka cara membenci sesama orang yang terlanjur dianggap baik adalah membuka kesalahan orang yang dibenci tersebut.

Tentu, untuk dapat mengetahui kesalahan orang yang ingin anda benci anda harus mencari-cari kesalahanya terlebih dahulu, maka bisa anda lihat dengan mata kepala anda sendiri, sekarang lagi musimnya orang nyari-nyari kesalahan orang lain, lalu didemo rame-rame, atau dihujat rame-rame lewat sosial media. Sudah umum pula, satu tokoh yang terkenal baik di mata pengikutnya menyerang tokoh lainnya yang dianggap baik pula di mata penggemarnya, seperti kegaduhan baru-baru ini yang dilakukan oleh para tetua aliansi partai “Tuhan”, kebisingan-kebisingan yang dilakukan oleh Fadli zon, orang-orang dengan tagar #2019gantipresiden, pembesar eks-HTI dan, kalau yang sudah lawas, seperti perseteruan antara ahok dan ketua FPI. Atau perseteruan satu ormas dengan ormas lainnya, seperti ahoker dan GNPF-MUI.

Contoh dalam satu kasus, dulu setelah ada seseorang yang dianggap baik oleh sebagian orang (baca: Ahok) melakukan kesalahan (dengan mengancam ulama), kesalahan ini pun diekspose, dikritik, dikontari dengan sebaik-baiknya. Mereka menyerukan “ayo bela ulama” “save ulama”, padahal ulama yang diancam tadi sudah benar-benar memaafkan dan melarang melakukan demo. Tapi tetap saja mereka ngotot, pengen turun jalan untuk demo, “112 !!!” seru mereka. Tentu mereka tidak benar-benar melakukan bela ulama, itu cuma buat alasan mereka untuk membenci pada satu orang. Karena sedari awal yang mereka bela adalah kebencian mereka sendiri, tapi karena mereka dianggap baik oleh orang lain dan pengikutnya, tentu mereka tidak berani terang-terangan bilang “ayo dukung kebencian kita”.

Ingat, ada pepatah Jawa yang bunyinya seperti ini “ojo geting mundak nyanding”, jangan benci agar tidak jatuh hati. Saya hawatir orang-orang yang benci suka mencari kesalahan-kesalahan lawannya itu nanti malah akan saling jatuh hati satu sama lainya, tiba-tiba di tengah kebenciannya yang menggebu-gebu mereka kesemsem, lalu saling malu mengungkapkan cintanya karena terlanjur saling benci. Bukan kah hal yang menyakitkan, ketika kita jatuh hati tapi tak dapat mengungkapkannya?? Maka jangan terlalu menuruti nafsu amarah lah dan merasa benar sendiri.

Semoga negara ini selalu dirahmati dan dalam lindungan Allah.

Muhamad Isbah Habibii
Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.