Puisi

Mengeja untuk Mengenal

Aku mendengar orang-orang menyebutmu
Lalu, mereka beramai-ramai saling adu dengan namamu
Dan aku masih saja belum cukup tahu
Barangkali esok aku dapat ilmu, pikirku

Hari kesatu, aku datang sebagai tamu
Hari kedua, aku duduk sebagai siswa
Hari ketiga, akukeliling sebagai anggota duta
Hari-hari selanjutnya, aku ada sebagai penyusun aksara
Cukup lucu, kefasihanku keluar sangkar bertengkar ditengah-tengah seminar

Aku mengatakan pada semesta
Menyusun aksara, seperti jalan di hutan belantara
Persoalan sebuah perkara, perkara sebuah soal
Perihal sebuah titik temu
Bahwa sinema mempunyai sejarah
Pada rasa keluar sebuah kepercayaan
Demikian sutradara, hanya nama sembunyi pesona
Lalu bagaimana kau mengenalnya?
Aku mengeja setiap aksara pada sejarah yang membuatku terbawa arus kepercayaan
Begitu percaya membuatku semakin ingin mengenal pesona dalam sosok logika
Dan menjawab bagiamana lingkaran beradu keadaan

Wocoen   Rapuh

Qathrun NM

Kelahiran Gresik pada 1997. Sedang nyantri di Gasek.

Related Articles

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close