Menumbuhkan Kasih Sayang untuk Kepentingan Pribadi

Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia. Kitab usfuriyah mengutip satu hadits “Sayangilah sesama penghuni bumi, penghuni langit kan menyayangimu”.

Rasa sayang bertempat di dalam hati, lalu mewujud pada perilaku-perilaku baik kepada yang mereka sayangi. Rasa sayang ini adalah anakan dari rasa cinta, seperti halnya rindu dan kehawatiran.

Tidak ada batasan kepada siapa saja rasa sayang perlu ditumbuhkan. Namun ekspresi sayang perlu dibedakan sesuai objek dari cinta itu sendiri.

Akan tetapi menyayangi mereka yang membenci kita selalu menjadi hal yang terberat dalam perkara menyayangi semua penghuni bumi. Karena kebencian akan selalu memantik kebencian lainnya, seperti api yang merembet dari satu benda ke benda lainnya.

Maka pelan-pelan belajar untuk memaafkan adalah langkah awal dalam menyembuhkan hati yang tergores akibat kebencian lainnya. Dengan begitu sayang kepada sesama adalah bentuk menyehatkan hati dan menjaganya.

Kadang menghindar untuk tidak srawung dengan orang tertentu juga bisa jadi bentuk ekspresi sayang. Karena dengan tidak srawung atau membatasi pergaulan, kebencian-kebencian yang tidak perlu jadi bisa dihindari.

Mengurangi takaran rasa cinta yang terlalu besar kepada diri sendiri pun perlu juga untuk dilakukan. Dengan begitu, hal-hal yang menghalangi rasa sayang bisa juga dihindarkan, seperti munculnya rasa tersinggung, iri hati, cemburu dan kesombongan.

Namun ajaran kasihsayang ini nampaknya sulit dipraktekkan oleh orang Islam itu sendiri. Ada yang memang karena ia sendiri tidak kenal ajaran ini, ada pula yang tahu tapi tidak pernah diterapkan dan dipraktekkan.

Dampaknya, orang yang tidak kenal Islam, memiliki kesan yang buruk pada Islam ketika hanya mengenal Islam dari prilaku pemeluknya yang tidak memiliki rasa sayang. Karena prilaku pemeluk agama, memberikan pengaruh yang besar pada tanggapan yang akan diberikan oleh orang lain pada agama itu sendiri.

Namun hal itu tidak masalah bagi Tuhan dan Islam itu sendiri, karena Tuhan tidak pernah butuh pada followers. Jadi promosi-promosi dan endors bukanlah hal yang diperlukan oleh Tuhan, namun kita sendirilah yang seharusnya merasa perlu memiliki rasa kasih sayang di hati ini, karena kita sendirilah yang mendapatkan manfaatnya.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Muhamad Isbah Habibii 53 Articles
Seorang petani asal Jombang, alumni Tambakberas, Ponpes Gasek dan Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.