Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Cukup Terima Saja Hoaks, Maka Anda Sudah Bisa Jadi Orang Jahat

Muhamad Isbah Habibii 1 min read 39 views

Orang boleh saja memiliki piranti berpikir yang baik, tapi bila tidak memiliki kesadaran untuk benar-benar menyaring informasi yang ia terima, maka tunggulah saja “mala petaka yang dibuat dari kecerobohan menerima informasi” itu akan menghantam tuannya sendiri. Karena piranti berpikir saja tidak cukup untuk melakukan tindakan yang benar. Sebab untuk memiliki tindakan yang benar dibutuhkan keputusan yang benar. Sdangkan keputusan yang benar bisa didapat dengan memiliki piranti berpikir yang baik dan memiliki informasi yang benar.

Sayangnya kehidupan ini tidak hanya berisi dua sisi saja, informasi yang benar dan salah. Namun banyak juga sisi selain keduanya, seperti informasi yang benar namun nampak salah, ataupun informasi yang salah namun seolah-olah benar.

Barang saja ada yang halal, ada yang haram, ada pula yang tidak jelas halal haramnya (syubhat). Apalagi hanya sekadar informasi, tentu sangat sulit. Bahkan menunjukkan bukti saja masih tidak menjamin kebenaran akan suatu informasi, karena di jaman sekarang apa sih yang tidak bisa dimanipulasi?

Dalam agama kita dikenalkan budaya verifikasi suatu informasi (tabayyun), seharusnya tabayyun itu bisa menjadi saringan dari setiap berita yang diterima seseorang. Karena dengan kesadaran verifikasi saja, orang tidak akan gegabah dalam mempercayai informasi, atau bahkan sampai menanggapinya.

Atau jika tabayyun dirasa sulit, dalam dunia hadits kita juga mengenal istilah “kritik hadits”. Bila sumber atau pembawa berita tidak jelas ataupun tidak dapat dipercaya (tidak tsiqoh [adil + dzobit]) maka nilai kebenaran dari berita tersebut pun menurun, bahkan bisa jadi tidak dapat dipercaya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan di luar agama pun memiliki “alat-alat” saringan dari setiap informasi yang diterimanya. Karena memang menyaring informasi itu penting, sepenting memiliki akal.

Silahkan baca juga   Awalnya Islam Adalah Asing, lalu Akan Hilang dan Kembali Menjadi Asing

Atau bahkan, lebih baik tidak memiliki akal daripada memiliki akal tapi mau melahap informasi yang salah. Akibatnya semua langkah yang dipilih pun akan salah. Lalu jika sebuah langkah yang dipilih sudah salah, maka pasti akan merugikan, entah itu merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

Terlebih bila informasi itu terkait tuduhan terhadap orang lain, orang harus benar-benar bisa menyaring informasi hingga tersisa informasi yang benar untuk ia percaya. Jika tidak bisa menyaring, lebih baik tidak percaya sama sekali terhadap informasi tadi, malahan tidak usah didengar sama sekali saja.

Karena untuk menjadi jahat seseorang tidak perlu berbuat jahat kepada orang lain. Cukup terima saja dengan lugu informasi yang salah tentang orang lain, lalu semua keputusan yang dibuat dan dilaksanakan akan mengkonfirmasi seseorang itu telah menjahati orang lain dengan keji.

Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.