Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Nguyahi Segoro

Muhamad Isbah Habibii 56 sec read 31 views

Underestimate adalah hal yang tidak patut dilakukan oleh siapa saja, dan dilakukan kepada siapa saja. Karena perbuatan itu merupakan ejawantah dari sikap tidak adil. Adil dari sisi mana, jika tidak mengenal dan tahu tentang seseorang, namun sudah berani menilai rendah seseorang tadi.

Ujungnya, sikap meremehkan ini bisa menjadi penyebab hal-hal yang memalukan. Seperti, berlagak pintar dengan cara sok-sok mengajari satu hal kepada orang yang ahli dalam hal tadi.

Hal ini bisa dipicu oleh pelakunya yang terlalu merasa besar, sehingga membuat orang lain di matanya menjadi terlalu kecil. Atau sebab ia sendiri mencoba memaksa mengecilkan segala yang ada di luar dirinya.

Sikap ini dalam tradisi Jawa biasa disebut sebagai upaya “nguyahi segoro”, atau menabur garam pada lautan. Di mana ada seorang amatir yang merasa sok bisa, dan nekat mengajari orang yang ahli dalam bidang tersebut.

Seperti, ada orang yang sok pintar dengan mengajarkan tips dan trik mendaki gunung, padahal ia sendiri belum pernah sekalipun mendaki gunung, namun sudah berani menceramahi orang yang sudah hobi naik gunung. Tentu bila korban kesokpintaran ini bijak, ia akan cukup tertawa saja, namun bila tidak bijak, sangat wajar ia menjadi tersinggung.

Oleh sebab itu, dalam bersosialisasi ada sebuah nasihat yang dikenal oleh orang Jawa, “ojo nguyahi segoro”. Jangan sok pintar, jangan menggurui, begitulah kira-kira maksud dari nasihat tadi.

Hal ini berbeda dengan upaya penginsyafan kepada seorang ahli yang berbuat tidak sesuai dengan kebenaran. Maka menceramahinya atau mengajarinya bukanlah merupakan bentuk “nguyahi segoro” itu sendiri. Begitu pula, upaya kritik kepada mereka yang berwenang dengan memberitahunya hal yang benar. Karena “nguyahi segoro” itu berpijak pada rasa sombong dan sok tahu.

Silahkan baca juga   Filsafat Dhomir Fa’il dalam Fi’il Madhi dan Mudhori’
Muhamad Isbah Habibii
Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.