Orang Kepo VS Hak Privasi

Berbicara mengenai sahabat, pasti kamu sudah melalui banyak hal dengannya. Berbagi perasaan senang, sedih, marah, dan lainnya, bisa terjadi dengan seorang sahabat yang selalu berada di sampingmu.

Berbeda dengan halnya orang yang baru kenal ataupun baru jumpa, terkadang sudah merasa akrab, sok kenal lama, padahal ada orang tertentu tidak nyaman dengan keberadaannya, terkadang lawan bicara kita tidak suka, dengan berbagai alasan, entah dia sibuk ataupun hak privasi, sehingga rasa ketidak nyamanan itu ada pada lawan bicara kita, kebanyakan orang kepo-an mengajukan pertanyaan yang bisa mengarahkan kepada upaya mencampuri urusan orang lain. Padahal, masing-masing orang punya hak privasi.

Terkadang menanyakan hal yang tidak seharusnya dipertanyakan, kamu sudah menikah belum, sudah kerja, gajinya berapa, sudah punya anak belum, berat badannya berapa ? terkadang pertanyaan seperti ini dianggap wajar dan remeh temeh bagi orang kepo, akan tapi orang lain sebagai ”korban” di tanyakan merasa terganggu hak privasinya.

Kamu pasti pernah mendengar istilah ‘kepo’ di kalangan anak kekinian. Kata ini biasanya dipakai untuk menyebut seseorang yang selalu ingin tahu urusan orang lain, dalam hal pribadi dan sosial.

Manusia seringkali punya pemikiran yang ingin serba tahu. Namun bila tidak dibatasi, bisa juga berkembang menjadi kepo. Pahamilah bahwa sikap kepo justru bisa menjerumuskan orang ke dalam permasalahan rumit orang lain. Tidak jarang juga justru memacu terjadinya putus hubungan dengan teman maupun saudara.

Sebenarnya, Islam juga mengingatkan agar orang menghindari sifat ini. Orang kepo diibaratkan seperti orang yang suka mengintip rumah orang lain.

Kutipan diatas selaras dengan Ayat al qur’an dan hadist nabi Muhammad Saw yang terkait orang yang suka mengintip.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

” Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

Rasulullah Saw. bersabda,

لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ، فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ

“Jika ada seseorang mengintipmu tanpa izin, lalu engkau melemparnya dengan batu hingga mencolok matanya, maka engkau tidak berdosa.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.Ra]

Hadis ini tampak sangat mengerikan. Meski begitu, maksud hadis ini adalah mengingatkan umat Islam untuk menjauhi sifat kepo.

Hobi kepo bisa mendatangkan sifat sombong ketika orang yang dikepoin ternyata tidak punya banyak kelebihan. Misalkan saja ternyata mereka lebih jelek, tidak kaya, atau tidak keren. Semua alasan tersebut bisa mendorong hati menjadi sombong.

Banyak orang lupa diri, Kebiasaan orang kepo itu karna sering ghosip dan mengunjing dan membicarakan orang lain, terkadang sampai lupa tentang dirinya sendiri. Gemar mencari aib dan kesalahan orang lain, Senang bertanya, tapi untuk urusan yang tidak ada manfaatnya.

Sebagian besar orang kepo biasanya akan punya penyakit penyerta suka bergunjing. Sudah menjadi nasib orang yang suka ngegosip akan dijauhi banyak orang. Orang akan enggan menceritakan masalah yang tengah dihadapi kepada orang kepo-an. Tanpa disadari orang-orang yang kepo-an akan punya teman yang sama-sama kepo-an. tidak jarang juga mereka jadi bahan gunjingan dari teman-temannya yang juga kepo-an. Bila tidak ingin digunjingkan, maka berhentilah menjadi orang kepo-an yang doyan gosip. Kita juga pasti tidak senang bukan, bila urusan kita dikepoin orang lain yang tidak berkepentingan.

Seringkali juga tetangga kepo akan mengajakmu bergosip mengenai tetangga lainnya. Jangan pernah meladeninya untuk hal tersebut. Sekalinya kamu terjerumus, tetangga kepo-an akan menganggapmu sebagai ‘partner’nya. Makin susah untuk lepas, deh.

Lalu, apa yang salah dari kepo?

Tentu, ada hal positif dan negative, Kepo itu bukan soal boleh atau tidak boleh. Tapi kepo soal moral, soal akhlak. tidak ada yang salah bagi yang tidak tahu moral. Hanya terkadang tidak pantas dan etis di pertanyakan. Manusia kepo sering lupa. Bahwa tiap orang itu punya sisi baik dan sisi buruk. Karena hidup memang realitasnya ada baik ada buruk. Maka harus bisa diterima dengan lapang dada. Soal apapun, pada siapapun. Jadi tidak usah kepo.

Untuk apa bertanya. Bila akhirnya menyusahkan diri sendiri. Apalagi bikin orang lain tidak nyaman. Lalu, merusak hubungan baik yang telah terjalin. Sungguh, lebih baik introspeksi diri. Karena bila orang lain salah, tentu diri kita belum tentu benar.

Sikap mainstream yang memang harus kamu lakukan, ialah bersikap cuek. Jika kamu menjadi ‘korban’ si tetangga kepo-an, usahakan untuk bersikap seakan tidak peduli. Anggaplah jika tetangga kepo mu itu adalah sesuatu yang enggak penting untuk diurusi dan tidak memberi hal yang bermanfaat dalam kehidupanmu.

Akhir kata, sesuai dengan dawuh Kh, Anwar Zahid “Orang kepo Hanya bisa menilai orang lain dengan standar dirinya sendiri. Tapi gagal, menilai dirinya sendiri dengan standar orang lain”.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Ahmad Mirza Wildan 2 Articles
Biasa di panggil Jendral. Beralamat di Sukun Malang. Menjadi seorang santri dan berprofesi sebagai seorang penulis.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.