Puisi

Pandemi Fiksi

Jika yang terbunuh adalah nurani,
Bagi tiap-tiap kehidupan yang dipaksa
Tunduk atas nama ketakutan.
Bapakku mati demi penyakit yang,
Ibukku mati demi penyakit yang,
Tidak juga tampak mayat bergelimpangan,
Tidak juga tampak bentol-bentol di kulit,
Bapakku,
Ibukku,
Mati kelaparan.
Pandemi ini sungguh fiksi, kupikir.
Tapi kehidupan pasang surut,
Kemanusiaan muncul,
Kemanusiaan hilang.

Wocoen   Puisi Untuk Chairil Anwar

Mahmudah Ahna

Mempunyai nama pena Ahnakalya. Bisa dihubungi melalui Email ahnakalya@gmail.com atau instagram @ahnakalya.

Related Articles

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also
Close
Back to top button
Close