Pandemi Fiksi

Jika yang terbunuh adalah nurani,
Bagi tiap-tiap kehidupan yang dipaksa
Tunduk atas nama ketakutan.
Bapakku mati demi penyakit yang,
Ibukku mati demi penyakit yang,
Tidak juga tampak mayat bergelimpangan,
Tidak juga tampak bentol-bentol di kulit,
Bapakku,
Ibukku,
Mati kelaparan.
Pandemi ini sungguh fiksi, kupikir.
Tapi kehidupan pasang surut,
Kemanusiaan muncul,
Kemanusiaan hilang.

About Mahmudah Ahna 2 Articles
Mempunyai nama pena Ahnakalya. Bisa dihubungi melalui Email ahnakalya@gmail.com atau instagram @ahnakalya.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.