Penebus Dosa Maling Gorengan

Jenuh dengan kesunyian. Saya putuskan keluar jalan-jalan. Mampir warung pinggir jalan. Tersedia kopi hitam, angsle, dan gorengan. “Buk, kopi hitam”, pintaku pada Bu Pege, alias Bu Penjual Gorengan. “Iya mas”, jawabnya dengan lantang dibingkai senyuman.

Saya pun duduk di kursi panjang sembari menghadap bermacam-macam gorengan. Namun, hanya satu yang saya tuju, tahu goreng panas, belum lama diangkat dari wajan, lalu ditiriskan. Hanya satu tahu yang saya jadikan santapan. Lalu, saya lanjut buka laptop untuk menuntaskan perangkat pembelajaran.

Tak lama, Bu Pege datang dengan seduhan kopi hitamnya. “Monggo mas”, kata Bu Pege. “Maturnuwun”, sahut saya. Kopi hitam siap menemani nugas saya.

Sejam kemudian. Ada seorang laki-laki berkopyah dan bersarung. Badannya tinggi kurus. Kelihatan santrinya. Beliau duduk di samping saya. Pak X, sebutan mudahnya. Sambil menikmati kopi dan gorengan, beliau sibuk hp-an. Saya pun sibuk laptopan. Tak sempat jagongan.

Tiba-tiba Bu Pege nyeletuk, “Loh itu tadi orang pakai jaket ijo belum bayar”. Saya pun sontak melihat Bapak berjaket hijau sudah jauh. Pak X pun ikut terkejut. Tak ada yang teriak maling. Tiba-tiba sunyi sebentar, lalu ada Bu X nyeletuk, “Wes ndak papa Bu, nanti diganti”. Bu X ngedem-ngedem Bu Pege, yang sebenernya adem ayem aja dengan kejadian itu. Tapi celetukan Bu X berharga. Setidaknya membantu Bu Pege mengikhlaskan sekresek gorengan.

Pak X pun tidak bergeming. Saya pun hanya plonga-plongo, tak tahu mau ambil sikap apa. Bu Pege aja santai. Pikir saya Alhamdulillah, beliau sedekah tanpa harus repot-repot ngantar, hehe.

Tak lama kemudian Pak X berdiri. Beranjak mau pergi. Mengambil selebaran uang dan menyodorkan ke Bu Pege. “Bu ini saya berapa, dan ini saya tambahin buat ngganti gorengan yang diambil tadi”, kata Pak X. “Lho, ndak usah Pak, sahut Bu Pege. “Udah ndak papa Bu”, sahut Pak X lagi. “Alhamdulillah, maturnuwun Pak”, jawab Bu Pege sumringah, tapi dengan rasa sungkan.

“Lha ini gantinya tadi”, kata Bu Pege lirih.

Saya pun geleng-geleng, takjub dengan sikap Pak X. Sambil mikir, apa yang ada di pikiran Pak X. Bisa sebaik itu. Menebus dosa maling gorengan.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Muhammad Choiru Nasta'in 1 Article
Lahir di malang, 8 desember 1995. Alumni Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.