Pengaruh Emosi terhadap Kreativitas Remaja

Kurangnya edukasi mengenai kesehatan mental kepada masyarakat Indonesia berdampak terhadap melekatnya stigma-stigma yang salah mengenai isu ini. Salah satu stigma yang melekat dalam pandangan masyarakat awam mengenai kesehatan mental adalah sebutan gila kepada penyintasnya. Berbeda dengan kesehatan fisik yang sudah lebih dulu berhasil disosialisasikan, isu mengenai kesehatan mental di Indonesia masih dianggap menjadi hal yang tabuh untuk dibicarakan. Padahal dampak dari gangguan kesehatan mental tidak kalah berbahayanya dengan gangguan kesehatan fisik pada umumnya.

Beberapa tahun terakhir, kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia mulai meningkat. Hal ini disebabkan oleh berkembangnya media dan plattform seperti tiktok dan instagram, yang platform-platform tersebut membuat banyak influencer atau konten kreator terpicu untuk menyuarakan tentang betapa pentingnya kesadaran mengenai bahaya kesehatan mental.

Tidak dapat dimungkiri, bahwa remaja di Indonesia mulai rentan terpapar masalah kesehatan mental, seperti depresi, stress, dan gangguan kecemasan lainnya. Sehingga tidak sedikit dari remaja-remaja yang mengalami masalah kesehatan mental tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Dari banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi, membuat pakar psikologi ramai-ramai menyuarakan pentingnya menjaga kesehatan mental melalui media yang dapat diakses dengan mudah oleh remaja di Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan oleh pakar-pakar psikologi adalah dengan mengadakan gerakan Semicolon, atau titik koma, dengan tujuan merangkul para pengidap gangguan jiwa agar tidak sampai mengakhiri hidupnya.

Menurut WHO kesehatan mental adalah kondisi sejahtera seseorang yang mampu untuk mengelola stress yang diidapnya, juga kondisi seseorang yang dapat beradaptasi dengan baik, serta dapat bekerja secara produktif, dan berkontribusi untuk lingkungannya. Kesehatan mental dapat dipengaruhi dari bagaimana cara kita mengelola kecerdasan emosi.

Tokoh psikologi Cooper dan Sawaf mendefinisikan kecerdasan emosi sebagai kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koreksi dan pengaruh yang manusiawi. Atau dengan kata lain kecerdasan emosi adalah bagaimana cara kita merasakan dan menyalurkan emosi kepada hal-hal yang positif.

Emosi adalah hal yang tidak dapat kita tolak keberadaannya, karena emosi berlangsung dengan cepat dan otomatis, seperti ketika kita mendengar lagu sedih, maka seketika itu kita akan merasakan kesedihan dalam lagu tersebut. Emosi membantu manusia untuk memaknai setiap kejadian juga berperan dalam menganalisis situasi sosial. Emosi tidak hanya identik dengan marah atau agresif, karena emosi adalah segala hal yang dapat dirasakan oleh setiap orang seperti takut, sedih, jijik, terkejut atau marah.

Seorang individu yang tidak dapat menyalurkan emosinya dengan baik akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Sebagai contoh ketika seseorang marah dan dia tidak dapat menyalurkan emosinya kepada hal yang positif, maka dia akan melampiaskan emosinya tersebut pada hal-hal yang buruk, seperti perilaku menyakiti diri sendiri ‘Self harm’.

Contoh dari perilaku menyakiti diri sendiri adalah dengan memotong rambut, atau meminum obat-obat penenang dengan dosis yang berlebihan. Selain melampiaskan dengan cara yang negatif, banyak individu yang memilih untuk memendam kesedihan dengan tidak menangis atau terus berpur- pura bahagia, dan tanpa disadari hal tersebut dapat berdampak kepada rentannya seseorang mengalami stress dan depresi.

Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyalurkan emosi dengan baik, salah satunya adalah dengan menulis, menulis dapat menjadi salah satu media untuk menyalurkan emosi dengan cara yang mudah. Seperti yang pernah dikatakan salah satu penulis novel, yaitu Ning Khilma Anis, dalam sebuah podcast beliau berkata “Menulislah, karena ketika kamu patah hati kamu tidak akan menangis, tapi menulis.”

Konteks menulis dalam kutipan tersebut adalah tulisan-tuulisan kreatif, bukan sekadar curhatan-curhatan di media sosial. Seseorang akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang relate dengan dirinya, seperti ketika bersedih, dia akan lebih mudah menulis cerita atau puisi yang menyedihkan dan mewakili perasaannya.

Dalam dunia Psikologi, menulis bisa menjadi sarana penyembuhan ‘healing’ yang dapat dilakukan secara mandiri. Menuliskan setiap hal menyakitkan atau menyenangkan dapat menjadi cara untuk meluapkan emosi dan menjadikan perasaan lebih tenang. Dengan menulis kita bisa menyuarakan isi hati dengan lebih bebas dan leluasa.

Banyak buku-buku dan novel yang berawal dari pengalaman emosional yang tidak menyenangkan, seperti putus cinta, kegagalan dalam menggapai cita cita, bullying dan perjuangan menghadapi penyakit. Beberapa novel yang diangkat dari kisah nyata di antaranya adalah novel dengan judul Surat Kecil untuk Tuhan, Tenggelamnya kapal Van der Wijck, dan Layangan Putus. Atau novel yang ditulis dari pengalaman emosional masa kecil penulisnya, yaitu novel Laskar Pelangi milik Andrea Hirata.

Selain novel, puisi juga menjadi sarana yang sering digunakan sebagai media penyalur emosi. Dengan bahasa kiasan yang lebih luas, puisi mampu mengecoh pembaca dengan gaya bahasa yang dikiaskan, seperti manusia yang dikiaskan pada benda atau makhluk lain, sehingga membuat sebagian orang berbeda perspektif dalam memaknai puisi, karena puisi dapat membungkus sebuah kesedihan dengan kebahagiaan.

Selain sebagai media penyaluran emosi dan kreativitas, dengan menulis kita juga turut mendukung gerakan literasi yang marak disuarakan untuk meningkatkan minat baca dan tulis terhadap generasi muda. Apalagi pada era digitalisasi seperti saat ini banyak plattform yang menyediakan fasilitas untuk menulis seperti Wattpad, Medium, dan Quora. Pramoedya Ananta Toer pernah menulis “Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Ziadatul Ilmi Zainuddin Putri 1 Article
Berasal dari Diwek Jombang. Mahasiswi Psikologi Islam IAIN Kediri. Aktif di PMII Kediri.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.