Nadhif Muhammad Mumtaz Seorang mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Jurusan Islamic Studies asal Madiun, pernah nyantri di Tambakberas dan di Gasek.

Perangi Para Pembunuh Tuhan

Nadhif Muhammad Mumtaz 1 min read 0 views

Sangat begitu aneh bahkan risi di telinga kita ketika mendengar Tuhan atau agamanya dinistakan. Khususnya di Indonesia yang agama sangat laku dan menjadi trending topik pada saat ini. Namun perlu kita ketahui ternyata di dunia ini ada beberapa oknum yang tugasnya adalah membunuh Tuhan atau secara tidak langsung agama. Siapakah dia? Dia adalah para koruptor.

Kenapa para koruptor bisa kita sebut sebagai para pembunuh Tuhan? Karena tindakan korupsi ini adalah suatu tingkah laku yang menyimpang dalam tugas resmi jabatannya dalam negara untuk memperoleh keuntungan status atau uang menyangkut diri pribadi atau perorangan, keluarga dekat, dan kelompok sendiri. Atau dengan melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut tingkah laku pribadi (menurut Robert Klitgaard).

Mereka merusak bangsa dan negara dari segala aspek, baik itu ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain Misalnya dari segi ekonomi mereka merusak stabilitas perekonomian bangsa karena mencuri anggaran negara. Sedangkan dari segi sosial akan berdampak pada kemiskinan masyarakat dan banyaknya pengangguran. Adapun dari segi budaya akan timbul kecurangan-kecurangan di berbagai tatanan negara dari bawah sampai atas, bahkan di kalangan komunitas masyarakat sendiri karena ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas dan amanat.

Kerusakan ini akan berdampak hancurnya sebuah peradaban, sedangkan peradaban yang tak beradab akan menuhankan hal-hal materi. Degradasi moral tersebar di berbagai lini, semuanya sudah tak manusiawi.

Bukan suatu hal yang mengejutkan jika Abu Bakar menyuruh para sahabat memerangi orang yang tidak membayar zakat. Tidak hanya itu saja, latar belakang Friedrich Nietzsche dalam bukunya Die Frohliche Wissenschaft mengatakan “Gott ist tot” adalah karena waktu itu gereja dan negara sudah tidak berjalan di atas relnya, yang menyebabkan hancurnya sebuah peradaban kala itu.

Selain itu, jika kita tinjau dari Maqashid Shariah khususnya Kulliyatil Khamsh (menjaga agama, nyawa, keturunan, akal, dan harta) maka memerangi korupsi adalah hal primer (Dhoruriyyah) dalam tujuan disyariatkannya agama Islam di dunia ini. Karena tindak korupsi merusak kelima aspek itu (agama, nyawa, keturunan, akal, dan harta) jika kita telisik secara mendalam.

Oleh karena itu, membela Tuhan dalam hal penistaan agama adalah penting. Namun yang jauh lebih penting adalah membela Tuhan dalam hal memerangi korupsi. Karena ini menyangkut kemanusiaan. Tuhan dalam hal ini adalah nilai-nilai ketuhanan dalam setiap aktivitas manusia, baik itu jujur, adil, amanah, baik, ataupun yang lainnya. Bukan tuhan dalam arti zat-Nya.

Nadhif Muhammad Mumtaz
Nadhif Muhammad Mumtaz Seorang mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Jurusan Islamic Studies asal Madiun, pernah nyantri di Tambakberas dan di Gasek.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.