Sultan Musa berasal dari Samarinda Kalimantan Timur. Tulisannya tersiar diberbagai platform media daring & luring. Serta karya - karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Tercatat pula dibuku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 2017. Merupakan 10 Penulis Terbaik versi Negeri Kertas Awards Indonesia 2020. Karya tunggalnya "Candramawa"(2017), "Petrikor"(2019), "Sedjiwa Membuncah"(2020) & versi e-book "Mendjamu Langit Rekah" (2020). Karya tunggal terbaru 2021 berjudul “ Titik Koma”.

Perenung Sukma

Sultan Musa 13 sec read 29 views

Terlintas sosok pada malam sunyi
Memikat si pemilik merah pipi
Rona gambar coba terka
Tatapan tajam si pemikat raga

Terpicu senyum tenang
Mengagumi pelindung peri kecil
Memanggil dari penjuru semesta
Tanpa takut takkan hinggapi

Terbang mengais kisah
Memanggil senyap akan kehilangan
Berlarian bisikkan doa
Terpanjat untuk di semogakan

Terbang mengais kasih
Usaikan derai tak layak
Berawan tebal napas
Rela di sengat matahari

Sepertinya banyak bisikan kosong
Tanpa ampun menghampiri
Ku kobarkan semua impian
Dan terus kupelihara agar meninggi

#2020

Silahkan baca juga   Puisi-puisi Daffa Randai
Sultan Musa berasal dari Samarinda Kalimantan Timur. Tulisannya tersiar diberbagai platform media daring & luring. Serta karya - karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Tercatat pula dibuku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 2017. Merupakan 10 Penulis Terbaik versi Negeri Kertas Awards Indonesia 2020. Karya tunggalnya "Candramawa"(2017), "Petrikor"(2019), "Sedjiwa Membuncah"(2020) & versi e-book "Mendjamu Langit Rekah" (2020). Karya tunggal terbaru 2021 berjudul “ Titik Koma”.

Kepada Engkau

Yeni Maulidah
7 sec read

Kaos Kaki

Moch Aldy MA
24 sec read

Negeri Slogan

Abdus Shomad
10 sec read

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.