Posong

kepada nenek

 

Dalam kepungan kabut kuselimuti tubuhmu

Eraterat kudekap sukmamu. Tubuh

Rentamu terbungkus jarik dan sarung

“Akulah kuncen Lereng Sindoro!” teriakmu lantang

Teriakan nenek penunggu warung di ketinggian Posong

Gema suaramu menggetarkan jurang dan ngarai

Gaung suaramu mirip sirene ambulan, memper toa langgar

Persis kloneng lonceng kapel

Adalah irama paduan suara

Adalah kesiur bambu keterpa angin

Di dusundusun jauh

 

“Aku kan menengokmu, Cu. Sekali sebulan!” katamu mesra

“Mari bergandengan tangan, Cu!” rayumu mesra lalu. Menuju ke utara

Seperti kesabaran Ayub. Bertahun lewat, Kaususuri jalanan setapak

Kauhitung langkah demi langkah. Tapaktapak kaki

Hari ini. Pelayat mengusung Keranda menuju rumah istirahmu

Desau angin sakral, nakal menerpa

Gerai rambut panjangmu yang berkibaran

Secantik hamparan bungabunga Edelweis itu

Cerecet burung bence setia mengiring derap kakikaki rapuhmu

Di langit malam, bertaburan

Bintangbintang. Kerlip kunangkunang

Dengkur burung hutan

Paruh burung hantu mematukmatuk bulan

 

“Kau penebar kematian itu, Nek!” kataku satu waktu di bibir jurang hatimu

Tamat. Riwayat purba terpeleset, lalu ke cemplung di telaga cinta

Tumbuh lumutlumut resah
Jungkat, kinang, mbako, klobot, jinten, gambir, suruh, tlekem

Nyangkut di dasar hatimu Yang kelabu

Gemerincing kepingkeping kencring

Di setagenmu yang kumal, lusuh dan bau

 

Dingin. Kugendong tubuhmu, “Nek, aku begitu mengenalmu!”

No answer. Tak bergerak

Tak ada nafas, tiada suara

Di remang malam samarsamar

Seekor burung hantu gontai terbang menembus kabut

Dengan kepak sayapsayap yang nyaris patah

Payah! Amat lelah

 

Kedu, 2022


 

About Ag Andoyo Sulyantoro 1 Article
lahir di Purbalingga, 13 Mei. Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Yogyakarta (UNY), tahun 1997 ini menulis fiksi dan non-fiksi yang diterbitkan media massa baik cetak, elektronik maupun online, lokal dan nasional serta ratusan buku kumpulan bersama, sejak tahun 1990-an di Yogyakarta. 

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.