Hendri Krisdiyanto lahir di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Puisinya pernah dimuat di: Minggu pagi, Kabar Madura, Koran Dinamikanews, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba, Antologi bersamanya :Suatu Hari Mereka Membunuh Musim(Persi :2016), Kelulus (Persi :2017) Dan The First Drop Of Rain, Banjarbaru, 2017. Sekarang aktiv di Garawiksa Institute, Yogyakarta. Nama Fb: Hendri Krisdiyanto.

Puisi Kisah Perjalanan Hendri Krisdiyanto

Hendri Krisdiyanto 1 min read 5 views

sunset-24fd

Kisah Perjalanan


Sebagai seekor ikan yang hidup di dasar lautan

Adalah suatu harapan pergi ke tepi pantai,

Menikmati setiap kali angin datang menderai

 

Kali ini, aku datang

Dengan suara angin yang berdebur lewat ombak

­–sekilas merambat ke permukaan kemudian hilang–

 

Kepada laut aku pertaruhkan segala hidup

Nasib baik atau buruk

Aku pasrahkan pada Tuhan yang memberiku hidup

September, 2018

 

Rihlah Kemarau


Di saat malam kedap

Aku melangkah keluar rumah

Di lereng bukit

Apa yang hendak aku jangkau dalam pandang

Terlihat sebagai engkau.

 

Kita adalah kesunyian yang kekal

Kau merambat ke ujung waktu

Di sisa umur semesta

Dan cintaku yang terkenang

Sepanjang masa.

 

Kau kenikmatan yang aku tanam di ujung pagi

Saat fajar tak mampu lagi

Meredam kedatangan matahari.

 

Dan mimpiku pecah

Bersama angan di dasar hati.

September, 2018

 

Perihal Luka


Air mata ini telah aku catat

Dengan sederet kata-kata rancu

Pada alam yang diam,

Dan mata tiba-tiba mematung seperti Yesus.

Dan jantung waktu yang ia sebut

adalah peniup sangkakala

 

Di tubuhnya yang bergairah

Air mata ini mengalir lalu berteduh

Di antara cekung khuldinya yang bisu

Menyisakan jejak-jejak yang basah

Pada rel kereta di suatu kota.

 

Dalam tubuhnya bunyi kendaraan besar

Dan dencingan khotbah gereja

Terdengar gemuruh sampai di telinga penghulu

Juga romansa alam yang sempat tertanam datar

Adalah tubuhmu yang sayu

Seperti debu pada hilir Ararat.

September, 2018

 

 

Hujan Deras Sepanjang

Jalan Solo


Hujan deras sepanjang

Jalan Solo, kau rebahkan kepalamu

Di bahuku.

Bis berjalan dengan kecepatan sedang

Lihatlah jendela bis itu

Katamu pelan ke telingaku

Kita tidak ada lagi di dalam cermin

Hujan telah mengambilnya

Kembali kau berbisik dengan suara kecewa

Lalu, aku memelukmu dan berkata

Bukankah kau suka derai hujan yang jatuh di kaca?

Kau mengangguk, tersenyum

Kurasakan kita semakin erat, semakin lekat.

September, 2018

Hendri Krisdiyanto
Hendri Krisdiyanto lahir di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Puisinya pernah dimuat di: Minggu pagi, Kabar Madura, Koran Dinamikanews, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba, Antologi bersamanya :Suatu Hari Mereka Membunuh Musim(Persi :2016), Kelulus (Persi :2017) Dan The First Drop Of Rain, Banjarbaru, 2017. Sekarang aktiv di Garawiksa Institute, Yogyakarta. Nama Fb: Hendri Krisdiyanto.

Batu Alif

Destriyadi Imam Nuryaddin Destriyadi Imam Nuryaddin
16 sec read

Muasal Aku Lirik

Khairil Anwar Khairil Anwar
12 sec read

Bertemu Khidir

Puan Rinai Puan Rinai
14 sec read

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.