Reaksionis Pemimpin Otoriter Jilid II Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang Merenggut Hak Mahasiswa dalam Menggunakan Fasilitas Akademik dan Umum Kampus

Minggu, 21 Agustus 2022 setelah kejadian pembubaran PBAK secara sepihak yang dilakukan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kejadian tersebut merupakan akibat dari aspirasi yang dilakukan oleh Mahasiswa baru pada kegiatan pembukaan PBAK karena nominal dana UKT yang tidak sesuai dengan peraturan KMA no. 7 Tahun 2018 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri sehingga berdampak terhadap Mahasiswa baru yang tidak dapat melakukan proses herregistrasi, menuai reaksi tidak ramah dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan DITUTUPNYA GERBANG KAMPUS UIN Sunan Kalijaga yang sudah sepantasnya dijadikan sebagai fasilitas pendidikan bagi Mahasiswa.

Setelah pembubaran prosesi PBAK yang menuai kekecewaan dari berbagai pihak, terkhusus Panitia dan Mahasiswa baru. Terhitung ada tiga fakultas di UIN Sunan Kalijaga yang memiliki itikad baik untuk mengganti hak mahasiswa dalam proses PBAK yakni Masa Keakraban (Makrab) Mahasiswa baru tahun 2022.

Panitia PBAK Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), dan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) menyelenggarakan Makrab bagi mahasiswa barunya. Namun, itikad baik dari Panitia tidak direspon dengan baik oleh jajaran Rektorat dengan ditutupnya gerbang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Akibat dari tindakan penutupan gerbang tersebut, Panitia Makrab dari tiga fakultas menuai berbagai kendala, diantaranya lahan parkir dari bus dan motor bagi Mahasiswa dan Panitia yang dijadikan sebagai kendaraan transportasi Makrab, macetnya jalan yang meresahkan pengendara umum disekitar jalan UIN Sunan Kalijaga, dan ketidakberpihakan pihak Satpam kepada Mahasiswa dan Panitia Makrab.

Otoritarianisme yang dilakukan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beserta jajarannya telah mencederai hak-hak Mahasiswa dengan menutup akses fasilitas akademik dan umum, serta konflik internal yang terbangun antara Panitia Makrab dan Mahasiswa baru dengan pihak keamanan atau Satpam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tindakan mengadu dombakan berbagai pihak, pengambilan kebijakan secara sepihak, serta seolah-olah cuci tangan atau lari dari tanggungjawab merupakan kondisi terkini dari pemimpin otoriter Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ditutupnya pintu gerbang pada hari Minggu 21 Agustus 2022 oleh pihak keamanan atau Satpam UIN Sunan Kalijaga yang diperintahkan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga menandakan sudah ditutupnya ruang-ruang dialektik dan kebebasan berekpresi mahasiswa UIN.

Wakil Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mengecam keras tindakan semena-mena Rektor UIN Sunan Kalijaga. Tindakan dan sikap yang telah diambil Rektor merupakan tindakan otoriter dan menandakan Rektor UIN Sunan Kalijaga anti kritik. Pasalnya tindakan menutup gerbang tersebut merupakan tindak lanjut pasca pembubaran PBAK di hari ke-3.

Sikap otoritarisme Rektor UIN Sunan Kalijaga telah menciderai hak-hak Mahasiswa yang seharusnya bisa mengakses ruang-ruang akademik dan umum. Selain itu, telah menimbulkan konflik dalam internal kepanitiaan Makrab dengan Satpam. Serta penutupan gerbang tersebut telah menimbulkan kegaduhan bagi pengendara umum di sekita kampus. Yang dimana di hari tersebut terdapat kegiatan Makrab yang dilakukan oleh tiga fakultas. Diantaranya Fakultas Tarbiyah (FITK), Ushuluddin (FUPI), dan Fakultas Dakwah (FDK). Karena tertutupnya akses masuk ke kampus, alhasil banyak kendaraan yang menumpuk diluar gerbang.

Menurut wakil presiden mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yogyakarta M ihsanul Mujahidin, “Ini jelas tindakan represif yang dilakukan oleh Rektorat untuk menutup ruang-ruang dialektik yang ada dikampus, seolah olah kampus ini bukan ruang demokrasi lagi.”

Senada juga dikatakan oleh Menteri Dalam Negeri Dema UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ayatullah F, “Hal seperti ini sangat miris terjadi di kampus semacam UIN Jogja, kemarin PBAK dibubarkan, Sekarang Gerbang Ditutup dengan alasan perintah Rektor, Para pimpinan itu tidak mengerti lelahnya Panitia yang menyiapkan acara ini berbulan bulan?”.

Dengan kejadian seperti ini, Sudah tepat rasanya Al Makin sebagai Rektor, perlu intropeksi atas apa yang terjadi di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Giza Gasica 2 Articles
Lahir di Bogor, 17 Oktober 1999. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hobi kadang menulis, kadang ngopi.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.