Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Realita yang Sering Kali Tidak Ideal

Muhamad Isbah Habibii 50 sec read 30 views

Kadang realita terlalu melenceng dari garis ideal dalam hidup ini. Orang bisa dibuat sangat sedih oleh realita, bisa juga sebaliknya, dibuat sangat bahagia karena menemukan realita yang membahagiakan tanpa ia duga-duga.

Yang menjadi masalah bagi banyak orang adalah realita yang “buruk” yang datang tanpa ia nyana-nyana. Kejam, begitulah orang menyebutnya, namun begitulah realita, dan orang harus mau tidak mau menerimanya.

Saya menganggap realita “jahat” ini sebagai pil pahit, yang sepahit apapun harus saya terima. Sebab, jika tidak mau menerimanya hanya sakit hati tiada ahir yang menanti.

“Urip yo ngene iki reg, tapi masio lunyu kudu tetep dipenek” begitulah satu nasehat Cak Nun di satu kesempatan. Realita memang kadang pahit, namun kita harus tetap bertahan hidup, jangan bunuh diri.

Kadang tidur bisa membantu kita menerima pahitnya realita, kadang makan banyak bisa membantu, kadang pula ngopi bisa membantu, kadang menangis bisa membantu, kadang mengumpat dengan sekeras-kerasnya di tengah sawah bisa membantu. Yang terpenting kita tetap harus hidup, walaupun kenyataan hidup terlalu pahit untuk diterima.

Dengan begitu kita bisa menelan pelajaran bahwa kehidupan ini adalah realita, bukan apa yang kita idealkan. Yang perlu ideal adalah perilaku kita, hidup biar jadi ranah realita.

Manusia terlalu “terbatas” bila memaksakan semua ideal terwujud menjadi realita. Namun memang ada beberapa realita yang mampu kita usahakan untuk sesuai dengan idealisme kita.

Memahami batasan-batasan pada diri merupakan hal yang penting, sepenting memahami seberapa liarnya realita. Akal boleh idealis namun hati harus siap jadi realistis.

Wocoen   Awalnya Islam Adalah Asing, lalu Akan Hilang dan Kembali Menjadi Asing
Muhamad Isbah Habibii
Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.