Retorika Tong Kosong

Retorika orator maniak diatas panggung

Ego dusel mendusel diantara wilayah pengakuan

Membabi buta fakta dengan eksistensi abu-abu

Menjunjung ambisi

Mengesampingkan logika

 

Argumen baginya adalah artefak

Diangkat tinggi dan dijual mahal

Siapa yang mampu menawar banyak

Dia yang menang

Siapa yang berideologi runtut-runtut

Dia yang berhak diposisikan

 

Benar tidaknya adalah belakangan

Terpenting hanya menggebu-gebu

Berebut saling mengacung dan menunjuk

Biar dikira sejati

Hmm

About Venanda Rizqika Aprilia 1 Article
Pelajar dan santri aktif pondok pesantren bahrul ulum tambakberas jombang yassirlanaa

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.