Budaya
Trending

Salim Salam Selamet

Tradisi salim erat kaitannya dengan budaya Indonesia khususnya di daerah jawa, salim adalah model berjabat tangan seseorang dengan mencium tangan orang yang lebih tua atau kepada gurunya, hal ini mengingatkan saya kepada berita yang viral di media sosial yaitu tentang foto sejumlah santri yang mencium tangan bapak setia novanto pada tahun 2017, para pembaca bisa melihat berita ini di tribunjogja.com, sehingga menarik untuk dikaji tentang apa dan bagaimana sejatinya salim itu.

para orang tua di Indonesia biasanya mengajarkan salim kepada anakanya mulai dari balita, sehingga ketika dewasa mereka terbiasa dengan kegiatan tersebut. Semisal Ketika mau berangkat sekolah orang tua bilang” ayo salim dulu” setelah itu salam dan InsyaAllah akan selamat sampai tujuan heheh, begitu cara orang tua mengajarkan akhlak kepada anaknya.

Adapun tujuannya adalah untuk mengajarkan akhlaq kepada anak-anaknya agar dapat menjadi manusia yang bisa menghormati kepada orang yang labih tua, lebih-lebih terhadap orang tua dan gurunya. Hal ini tentunya dapat berdampak positif bagi pendidikan karakter anak, selain itu, tujuannya adalah untuk memulyakan dan menghormati orang yang lebih tua.

Lantas bagaimana hukum salim? Merujuk pada pendapat Imam Nawawi dalam salah satu kitab karangannya: “Disunnahkan mencium tangan orang-orang shalih dan ulama yang utama. Namun mencium tangan selain orang-orang itu hukumnya makruh.”

Dari dawuhnya beliau dapat diketahui bahwa mencium tangan itu dianjurkan dalam masalah menghormati ahlil ‘ilmi dan mencari berkah dari para ulama’, kata seorang santri ” jangankan salim, wong bekas minuman ulama’ aja saya minum, hehehe”.

Oke lanjut kepembahasan salim, lantas bagaimana salim dengan orang tua?, Dari Aisyah bahwa ia berkata, “Tidaklah aku pernah melihat seseorang yang lebih mirip cara bicaranya dengan Rasulullah melainkan fatimah, jika fatimah datang ke rumah Rasulullah, beliau menyambutnya mencium tangannya, dan jika hendak pulang fatimah mencium tangan Rasulullah” (HR. Abu Dawud 5217, di shahihkan pula oleh Al-Albani dalam Misyaktul Masabih).

Wocoen   Membahas Pluto memang lebih Mudah daripada Cuci Piring di Rumah

Nah… Dari hadis ini jelas bahwa tradisi salim sendiri sudah ada sejak zaman Rosululloh yang mana ketika itu fatimah mencium tangan Rosululloh ketika datang atau pergi dari Rasulullah. Ini berarti salim (cium tangan) merupakan hal yang legal dalam Islam. Bukan seperti yang dituduhkan oleh beberapa kelompok tertentu yang mengatakan bahwa hal demikian adalah tradisi kurang terpuji, yakni mengandung upaya pengkultusan pada seseorang.

Dari kedua dalil tadi dapat disimpulkan bahwa tradisi cium tangan sudah ada sejak zaman Rosulloh, dan cium tangan dilakukan kepada orang yg lebih tua dan kepada para Ulama’ untuk menghormati serta mencari berkah atas keilmuannya, namun jika cium tangan gara-gara jabatan atau keduniaan maka ridak boleh, seperti dawuhnya Al-Imam An-Nawawi dalam Raudhatu Thalibin, “Adapun mencium tangan karena keshalihannya, keilmuan, kemulian, atau jasanya atau sebab-sebab lain yang berkaitan dengan keagamaan maka mandub (disukai), namun jika untuk dunia, untuk jabatan, dan lain sebagainya maka sangat dibenci. Berkata Al Mutawali, hukumnya haram.“

Oleh sebab itu jangan canggung untuk salim, mari gerakkan kegiatan salim salam selamet. Namun perlu kita garis bawahi bahwa mencium tangan untuk jabatan dan duniawi sangat dilarang. Oleh karenanya kritis dalam memilih dalam salim, siapa-siapa yang harus dicium tangannya dan siapa yang tidak, sangatlah penting, agar pemandangan memalukan seperti yang telah dipaparkan di awal (setnov dicium tangannya) tidak pernah terjadi lagi.

Tags

Muhammad Tareh Aziz

Muhammad tareh aziz seorang jomblowan yang berstatus santri, lahir di Gresik, 5 september 1995. Alamat : bedanten bungah gresik.

Related Articles

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close