Sandal

pada suatu jumat yang glumi
simpul senyum sempat merias wajahku, awalnya
sebab kamis kemarin, si manis menghadiahi
sandal ando biru dongker sebagai tanda kasih sayang
‘ini sandal buatmu, honey bunny sweety’ ujarnya
sontak semangat jasad jiwaku dibuatnya
lantas dengan berapi kukenakan pada hari jumat yang ternyata glumi
menuju surau bercat toska
dan sayang seribu sayang
‘bangsat!’ kulontarkan setelah doa kulantunkan
bagaimana tidak, sandal spesialku bertukar rupa menjelma skyway
yang buluk rupa, yang burik nyata
seperti sandal yang selamat dari ganasnya perang dengan aspal hitam jalan raya
ditambah lubang-lubang, yang menjadi saksi bisu paku berkarat
oh betapa tetanus hati kekasihku
bila tahu kabar buruk ini
setengah merah burgundi wajahku saat itu
meratapi kehilangan yang begitu kuning tahi

(2021)

About Moch Aldy MA 2 Articles
lahir di Bogor, Jawa Barat—pada 27 Maret 2000. Bukunya: Timbul Tenggelam Philo-Sophia Kehidupan (2020); Timbul Tenggelam Spirit-Us Kehidupan (2020); Trias Puitika (2021).Pembaca yang suka menulis ini adalah penerjemah, kreator sekaligus kurator puisi, prosa dan cerpen.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.