Puisi

Sebait Dongeng Senja Bagian Pertama

Sebait Dongeng Senja Bagian Pertama

Selamat sore alam semesta

Desiran angin dan ombak

Serta kicauan burung-burung

Aku ingin seperti senja

yang sedikit memberi warna jingga

yang mempesona sebelum gelap gulita

menjadi selimut malam yang sepi

Dan temui aku di suatu senja,

Jika suatu saat nanti

kau merasa lelah dan sepi

maka kau tak akan merasakannya lagi

sampai nanti hari setelah selamanya.

Di sini aku sendiri; terdiam dan termangu

bersama senja bersama kenangan-kenangan

yang lahir dari setiap semburatnya

dan kutangkupkan rindu pada pesonamu,

amat menyenangkan menjiwainya dalam diam.


Sebait Dongeng Senja Bagian Kedua

Di sela-sela aku menanti senja.

Ditemani langit dengan gerombolan putih.

Serta warna birunya yang menenangkan.

Aku melihat tiga pot bunga mungil

mereka tumbuh dan berkembang di balik kaca jendela

Dua pot bunga di letakkan begitu dekat

sementara pot yang satunya tidak, kenapa ?

mungkin dua pot itu punya banyak momen bersama

sementara pot yang satunya adalah kenangan

yang lahir dari masing-masing momen kedua pot itu

Layaknya aku dan kamu…,

Kenangan baru terlahir, kenangan baru tumbuh

lantas kapankah waktunya untuk bisa

memetik kenangan itu.

Mungkin…,

Tidak harus sekarang.

Hanya saja,

Tuhan lebih paham,

beberapa momen diciptakan

untuk disimpan dalam ingatan atau diceritakan kelak dikemudian hari.


Sebait Dongeng Senja Bagian Ketiga

pada senja yang kesekian kalinya

aku melintasi jalan yang sama

lengkap dengan asap kendaraan dan macetnya

aku melihat sesuatu yang tak sama

berjalan perlahan dengan tubuh bungkuknya

di jalanan setapak itu ditemani cahaya hangat senja

dengan rambut yang mulai memutih

membuatku teringat akan waktu

hidup ku tak lama, hidup kita tak lama

Wocoen   Riss Coklat

waktu memang benar-benar fana

kita tidak hidup di negeri dongeng

dimana disana,

semua mahluk hidup berumur ratusan tahun

bahkan ada yang abadi, kita hidup di dunia dimana segalah sesuatu pasti memiliki akhir

 

Penulis Beny Prasetyo

Lahir di kota Malang Jawa Timur, pada tanggal 10 oktober 1997 dan sekarang saya sedang menempuh studi S1 di Universitas negeri Malang dengan mengambil jurusan Sastra Indonesia. Saya suka menulis puisi sudah semenjak SMK dulu dan sangat tertarik di dunia sastra.
 
Tags

Rembukan.com

Rembukan.com merupakan sebuah wadah yang dibentuk oleh sekelompok pemuda desa yang merasa terpanggil untuk ikut bersuara atas perkembangan Bangsa. Baik dalam masalah moral, sosial keagamaan, politik, hukum hingga sastra. Wadah ini diharapkaan bisa menjadi tempat bagi pikiran-pikiran serta suara-suara yang sebelumnya terbungkam. Tidak peduli seberapapun besarnya perbedaan diantara suara tersebut, rembukan.com ingin menjadikan dirinya sebagai wadah atas perbedaan pikiran tersebut.

Related Articles

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close