Rembukan.com Rembukan.com merupakan sebuah wadah yang dibentuk oleh sekelompok pemuda desa yang merasa terpanggil untuk ikut bercanda atas perkembangan bangsa, baik dalam masalah moral, sosial keagamaan, politik, hukum hingga sastra. Wadah ini diharapkan bisa menjadi tempat bagi pikiran-pikiran serta suara-suara yang turut ingin membercandai keadaan sosial. Tidak peduli seberapapun besarnya perbedaan di antara suara tersebut, Rembukan.com ingin menjadikan dirinya sebagai wadah atas perbedaan pikiran tersebut. Karena itulah kemudian dipilih kata rembukan sebagai representasi atas sikap diantara orang-orang di dalamnya yang meskipun memiliki pendapat serta pemikiran yang berbeda. Namun tetap diharapkan bisa berbicara dengan pikiran yang jernih serta dari hati ke hati, bukan dengan emosi.

Sebait Dongeng Senja Bagian Pertama

Rembukan.com 1 min read 0 views

Sebait Dongeng Senja Bagian Pertama

Sebait Dongeng Senja Bagian Pertama

Selamat sore alam semesta

Desiran angin dan ombak

Serta kicauan burung-burung

Aku ingin seperti senja

yang sedikit memberi warna jingga

yang mempesona sebelum gelap gulita

menjadi selimut malam yang sepi

Dan temui aku di suatu senja,

Jika suatu saat nanti

kau merasa lelah dan sepi

maka kau tak akan merasakannya lagi

sampai nanti hari setelah selamanya.

Di sini aku sendiri; terdiam dan termangu

bersama senja bersama kenangan-kenangan

yang lahir dari setiap semburatnya

dan kutangkupkan rindu pada pesonamu,

amat menyenangkan menjiwainya dalam diam.

[divider style=”dashed” top=”20″ bottom=”20″]

Sebait Dongeng Senja Bagian Kedua

Di sela-sela aku menanti senja.

Ditemani langit dengan gerombolan putih.

Serta warna birunya yang menenangkan.

Aku melihat tiga pot bunga mungil

mereka tumbuh dan berkembang di balik kaca jendela

Dua pot bunga di letakkan begitu dekat

sementara pot yang satunya tidak, kenapa ?

mungkin dua pot itu punya banyak momen bersama

sementara pot yang satunya adalah kenangan

yang lahir dari masing-masing momen kedua pot itu

Layaknya aku dan kamu…,

Kenangan baru terlahir, kenangan baru tumbuh

lantas kapankah waktunya untuk bisa

memetik kenangan itu.

Mungkin…,

Tidak harus sekarang.

Hanya saja,

Tuhan lebih paham,

beberapa momen diciptakan

untuk disimpan dalam ingatan atau diceritakan kelak dikemudian hari.

[divider style=”dotted” top=”20″ bottom=”20″]

Sebait Dongeng Senja Bagian Ketiga

pada senja yang kesekian kalinya

aku melintasi jalan yang sama

lengkap dengan asap kendaraan dan macetnya

aku melihat sesuatu yang tak sama

berjalan perlahan dengan tubuh bungkuknya

di jalanan setapak itu ditemani cahaya hangat senja

dengan rambut yang mulai memutih

membuatku teringat akan waktu

hidup ku tak lama, hidup kita tak lama

waktu memang benar-benar fana

kita tidak hidup di negeri dongeng

dimana disana,

semua mahluk hidup berumur ratusan tahun

bahkan ada yang abadi, kita hidup di dunia dimana segalah sesuatu pasti memiliki akhir

 

[author title=”Penulis Beny Prasetyo” image=”https://rembukan.com/wp-content/uploads/2019/04/Beny-Prasetyo.jpg”]Lahir di kota Malang Jawa Timur, pada tanggal 10 oktober 1997 dan sekarang saya sedang menempuh studi S1 di Universitas negeri Malang dengan mengambil jurusan Sastra Indonesia. Saya suka menulis puisi sudah semenjak SMK dulu dan sangat tertarik di dunia sastra.[/author]

 
Rembukan.com
Rembukan.com Rembukan.com merupakan sebuah wadah yang dibentuk oleh sekelompok pemuda desa yang merasa terpanggil untuk ikut bercanda atas perkembangan bangsa, baik dalam masalah moral, sosial keagamaan, politik, hukum hingga sastra. Wadah ini diharapkan bisa menjadi tempat bagi pikiran-pikiran serta suara-suara yang turut ingin membercandai keadaan sosial. Tidak peduli seberapapun besarnya perbedaan di antara suara tersebut, Rembukan.com ingin menjadikan dirinya sebagai wadah atas perbedaan pikiran tersebut. Karena itulah kemudian dipilih kata rembukan sebagai representasi atas sikap diantara orang-orang di dalamnya yang meskipun memiliki pendapat serta pemikiran yang berbeda. Namun tetap diharapkan bisa berbicara dengan pikiran yang jernih serta dari hati ke hati, bukan dengan emosi.

Muasal Aku Lirik

Khairil Anwar Khairil Anwar
12 sec read

Bertemu Khidir

Puan Rinai Puan Rinai
14 sec read

Sujud Covid

Khairil Anwar Khairil Anwar
12 sec read

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.