Puisi

Semakin Minggu, Semakin Rindu

Laiknya merpati
Setia sepenuhnya pada satu hati
Rindu pun tak menguap, bila malam tiba

Mengapung di dalam mimpi
Bersama bayanganmu
Tentang senyuman
Iya,
Aku sadar, kau telah memikatku

Masihkah ingat?
Aku yang selalu ingat
Memaksamu dan merusak suasana hatimu
Akhirnya aku rinduku pun lahir tanpa kau memintanya
Aku justru khawatir kau tak mengharapkannya

Sama halnya minggu yang ditunggu
Untuk sekedar berpuisi dalam hati
Kurasa,
Hari-hari kini butuh ruang terbuka
Minggu yang ditunggu
Jadikannya ruang yang berharga

Justru semakin minggu
Aku semakin tak bisa
Sebut itu berdasar kata
Apalagi merangkainya menjadi makna

Aku hanya rindu
Memang rindu
Selalu rindu
Tanpa libur
Juga lupa
Semuanya kuhabiskan untukmu
Karena semakin minggu, aku semakin rindu padamu

Wocoen   Kumpulan puisi: Nasi yang Telah Menjadi Bubur
Tags

A. Muhaimin DS

Lahir di Nganjuk (Kota Angin) Seorang penikmat cerita dan penyuka perjalanan. Menulis cerpen, puisi dan catatan ringan tentang kesejukan hidup.

Related Articles

2 Comments

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close