Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Seng Tuwenang lan Ojo Kagetan

Muhamad Isbah Habibii 2 min read 3 views

seng-tuwenang-lan-ojo-kagetan

Rupa-rupanya beberapa waktu yang lalu mulai digalakkan secara besar-besaran keterampilan membuat marah di berbagai media sosial. Banyak orang yang sedang mengasah keterampilan ini, dan tentu ada yang sudah begitu mahirnya dalam keterampilan ini. Bentuk keterampilan membuat marah itu bisa dengan menyebar berita bohong, bisa dengan memberikan komentar nyinyir, bisa pula menuduh-nuduh tanpa bukti, dan yang paling sederhana namun banyak sekali jumlahnya, adalah dengan bentuk komentar-komentar negatif pada kolom komentar di ig atau fb misalnya, atau lebih dikenal dengan kata membully.

Kenapa kok dinamakan keterampilan? karena keterampilan adalah kepandaian melakukan sesuatu dengan cepat dan benar, maka yang dimaksud dengan keterampilan membuat marah adalah kepandaian sesuatu dengan begitu ahlinya secara cepat dan benar. Bisa dilihat contohnya orang-orang yang mempunyai ketrampilan ini di berbagai komentar di setatus facebook para tokoh agama atau intelektual, seperti komentar-komentar sinis di twit-nya Gus Mus, atau komentar-komentar pedas di statusnya fanspage Nadirsyah Husen, atau (kalau ini pasti ada) komentar-komentar yang  memancing kemarahan di setiap setatusnya Sumanto Al-qurtubi.

Kalau dipikir-pikir, banyak hal yang dapat dipacai jika anda memiliki keterampilan yang unik ini, pertama anda bisa melakukan adu domba. Di medsos anda bisa dengan gampang merubah nama anda dan foto profil anda, maka cara menggunakan ketrampilan membuat marah untuk mengadu domba cukup gampang pula. Rubah nama dan foto profil anda menjadi nama orang atau kelompok yang akan anda jadikan kambing hitam, lalu sebarlah benih-benih kemarahan di kolom komentar di setatus seorang tokoh yang mempunyai banyak pengikut, cukup mudah bukan, anda bisa melakukan lempar batu lalu bisa menyembunyikan tangan anda.

Manfaat kedua, dengan mampu membuat marah, anda akan mampu memprofokasi musuh anda, dan jika musuh anda sudah ter profokasi maka dapat diharapkan musuh membabi buta dan kehilangan akal sehatnya, lalu membalas dengan perlakuan serupa. Mungkin kalau dalam strategi peperangan ini dinamakan dengan “merusak strategi musuh”, jika musuh sudah terpancing emosi mereka akan melupakan komando dan strategi, lalu mudah lah mengalahkan mereka. Sayidina Ali RA pernah hampir mengalami kejadian seperti ini, saat beliau sudah menghunuskan pedang di leher musuh pada salah satu peperangan, musuh meludahi beliau tepat di wajahnya, lalu memerah lah wajah beliau, tapi kemudian bukanya malah membunuhnya Sayidina Ali malah memasukkan pedangnya kesarung pedang, bingung lah si musuh itu dan bertanya pada Ali. Lalu apa jawaban Sayidina Ali? “Aku berperang dan membunuh hanya karena Allah, sampai engkau meludahi wajahku, lalu aku marah, aku tak mau membunuhmu karena aku marah padamu”.

Sebenarnya kalau dirinci keterampilan membuat marah ini masih punya banyak manfaat lainya, seperti meciptakan kubu tandingan atau memecah belah sebuah kelompok, membalas dendam, mengurangi pengikut seseorang dan lain sebagainya. Menarik bukan? banyak akun, baik palsu maupun asli, di facebook yang memilik keterampilan ini.

Untuk memiliki ketrampilan ini pun cukup mudah, anda hanya perlu menghina, mencaci maki, mencela, “ngentahi”, dan membuat tersinggung si korban. musuh yang dirasa paling berat bagi orang yang memiliki ketrampilan ini adalah orang yang mempunyai ketrampilan memaafkan atau orang yang mempunyai keterampilan ngalah atau orang yang memiliki keterampilan besikap tenang.

Ketenangan itu disebabkan tidak kaget atau tidak panik, ketidak panikan dan ketidak kagetan itu disebabkan oleh sudah biasa (sering dihadapkan dengan kondisi tersebut). Maka orang yang sudah biasa melihat dan menangani ibu-ibu melahirkan, kala ada tetangga yang tiba-tiba kebelet melahirkan ketika di tengah lampu merah, maka orang itu pun dengan santai nan tenang bisa memikirkan sikap dan tindakan apa yang harus diambil. Yah, sejalan dengan sebuah quote “ala bisya karena syudah biyasya”.

Dengan tenang seseorang dapat memilih sesuatu secara hati-hati dan pikiran matang, dengan demikian kelak dia tidak akan menyesal atas keputusanya ketika memilih sesuatu tersebut. Orang pun tidak mudah panik dan terburu-buru ketika dia berkepribadian tenang. Ditambah lagi, dengan ketenangan juga orang akan menjadi tidak kagetan dan gampang marah-marah. Seperti apa yang diajarkan sunan Kalijaga, ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan, ojo aleman (jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut-kejut, jangan manja). Maka ketika mengahadapi bullyan sikap tenanglah yang harus dimiliki, agar respon apa yang keluar bukanlah sesuatu yang negatif yang mungkin akan jadi sesal dikemudian hari, atau bahkan jadi senjata makan tuan bagi diri sendiri.

Muhamad Isbah Habibii
Muhamad Isbah Habibii seorang petani asal Jombang, yang sedang ngangsu kaweruh di Pondok Gasek dan melakukan research di Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

2 Replies to “Seng Tuwenang lan Ojo Kagetan”

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.