Qathrun NM Kelahiran Gresik pada 1997. Sedang nyantri di Gasek.

Senyum ibu dicelah-celah dinding rumah

Qathrun NM 23 sec read 15 views

Malam menjelang.
Sorot senja menerobos ranting dedaunan.
Dinding bambu menjadi selimut setiap kali malam menidurkan ibu.
Deruan angin bak pakaian yang setiap hari ia kenakan.
Gigil tlah menjadi biasa.
Baginya yang hangat hanya peluk darah dagingnya.
dialah sang bidadari yang selalu membuatku rindu, ingin dan terus berada pada istana kecilnya..
Istana yang mengabadikan setiap tawa, tangis dan seluruh kasih sayangnya yang meng-utuh hingga ku disebut sang dewasa.
Rindu itu bersahutan.
Menggandeng hati yang mulai pilu dalam teduh berdua.
Selama mungkin..
Sejauh mungkin..
Getar doanya yang menggema, kupastikan melipat jarak dan senantiasa kembali pada tempat merebah semestinya.
Agar tidak hanya atap dan dinding yang setiap saat melindunginya.
Akupun juga kembali.

Wocoen   Puisi Muzalifatun Nadhiroh: Pengantar Tidur
Qathrun NM
Qathrun NM Kelahiran Gresik pada 1997. Sedang nyantri di Gasek.

Andai Kau Tau

Kumillaela Kumillaela
20 sec read

Jeruji Tirani

Ardhi Ridwansyah Ardhi Ridwansyah
29 sec read

MANI BUNGA KERANDA

Moehammad Abdoe Moehammad Abdoe
8 sec read

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.