Nova Putri Diana Dilahirkan di sebuah kabupaten penghasil marmer. Saat ini sedang mencari sumber penghidupan untuk masa mendatang dan menimba ilmu agama di Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Mengendus Mental Health dari Story Jahitan

Nova Putri Diana 1 min read 46 views

Whatsapp, atau yang sering disebut sebagai WA merupakan salah satu aplikasi yang ditawarkan oleh media sosial untuk mempermudah hubungan antara satu individu dengan individu lain, kelompok dengan individu, maupun kelompok dengan kelompok. Diantara banyaknya aplikasi chatting, Whatsapp menjadi satu-satunya aplikasi chat yang paling eksis hingga saat ini.

Bagaimana tidak, aplikasi ini tidak pernah bosan memperbaharui layanan yang ditawarkan. Seperti halnya saat ini, Whatsapp bisa membuat story dan melihat story kontak yang kita simpan dan jika kontak kita ada di ponselnya.

Keberadaan story di Whatsapp cukup menguntungkan dan dirasa lebih menarik untuk menggunakannya. Banyak informasi menarik maupun ilmu yang bisa didapat dari story yang dibagikan teman kita. Seperti, quote-quote asik nan sarat kebijaksanaan, sampai berbagai informasi seminar dan pengajian.

Disamping itu kita juga bisa meningkatkan skill menulis kita dengan cara menulis ataupun membagikan tulisan kita lewat story di Whatsapp. Namun, perlu diketahui selain manfaat tersebut, menurut pengakuan beberapa orang, story juga menunjukkan suasana hati si pembuat story tersebut. Caranya yakni dengan melihat konten yang di-share lewat story, jika kontennya tentang kebahagiaan, otomatis cerminan perasaan si pembuat story saat itu sedang bahagia, jika storynya melo bisa jadi si pembuat story sedang galau atau dirundung pilu.

Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan penentu satu-satunya untuk mem-vonis perasaan seseorang. Bisa jadi apa yang ditulis hanya sekadar hiburan dan pencitraan semata (bahasa gaulnya).

Cara yang kedua, yakni dengan melihat berapa jumlah story yang diposting, hal ini bertujuan untuk melihat seberapa gabut si pembuat story. Hasil dari beberapa kali pengamatan, seseorang yang upload story banyak atau yang biasanya disebut orang-orang sebagai story jahitan, maka dapat diindikasikan bahwa orang tersebut sedang gabut atau sedang kurang kerjaan. Karena tidak ada yang sedang dilakukan, maka membuat story-lah yang menjadi pilihannya.

Sekali lagi, ini tidak bisa menjadi patokan utama, hanya saja hal ini terjadi pada beberapa individu termasuk penulis sendiri.  Juga disamping gabut, story jahitan juga mengindikasikan si pembuat story sedang bahagia sekali atau bisa sebaliknya sedih sekali. Karena perasaan tersebut, yang  bisa saja belum sempat tercurahkan atau bisa jadi malu untuk diceritakan atau bahkan mungkin tidak ada teman cerita, maka alternatif satu-satunya untuk menumpahkan keluh kesahnya, ya lewat story. Kasian ya, tidak punya teman curhat, eh.

Jadi, saudara-saudara jika ada teman Whatsapp maupun media sosial lain, teman kita banyak membuat story, jangan langsung di-judge SPAM. Tanya baik-baik terlebih dahulu apa alasannya, bagaimana kabarnya, tawarkan sandaranmu, siapa tau dia hanya sedang jualan online, eh.

Biarpun storynya bahagia, belum tentu begitu nyata keadaannya. Semua yang berkaitan dengan media sosial hanya virtual. Pahami dan hargai apa pun yang dilakukan teman-temanmu.

Nova Putri Diana
Nova Putri Diana Dilahirkan di sebuah kabupaten penghasil marmer. Saat ini sedang mencari sumber penghidupan untuk masa mendatang dan menimba ilmu agama di Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.