Muhammad Tareh Aziz Muhammad Tareh Aziz seorang jomblowan yang berstatus santri. Lahir di Gresik pada 5 september 1995. Beralamatkan di Bedanten Bungah Gresik.

Sulitnya Tarawih di Rumah Aja

Muhammad Tareh Aziz 1 min read 0 views

Bulan suci telah tiba, itu menandakan akan banyaknya ibadah yang pahalanya dilipat gandakan, dan orang-orang pun berbondong-bondong untuk memenuhi masjid atau musala. Mulai dari anak kecil hingga orang lansia pun turut ikut meramaikan masjid atau musala. Seperti halnya salat tarawih, yang mulanya di hari biasa salat Isya di masjid yang hanya empat rakaat itu sepi, akhirnya sekarang ditambah salat tarawih masjid menjadi ramai, begitu berkahnya bulan suci ini.

Namun akhir-akhir ini, ada himbauan dari pemerintah untuk tarawih di rumah saja, akibat merebaknya wabah covid -19 yang tak kunjung usai. Namun banyak di desa-desa tidak memperhatikan himbauan tersebut. Bukan karena tidak mengikuti himbauan pemerintah namun karena memang sulitnya tarawih di rumah.

Hal ini mungkin disebabkan karena kebiasaan orang-orang yang melakukan tarawih secara berjamaah dan dilakukan selama setahun sekali, akhirnya sulit sekali untuk ditinggalkan. Namun persepsi masyarakat kebanyakan beralasan “masa ke masjid tarawih gak boleh, wong dipasar aja boleh.”

Tapi, kalau netizen sudah mulai berfatwa memang sulit untuk dijelaskan. Intinya untuk yang memang kondisi daerahnya riskan maka tarawih dirumah adalah solusinya. Karena ternyata untuk salat tarawih dirumah aja itu juga ada dalilnya, dan dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis. Jadi tenang saja, bagi orang-orang yang sedikit-sedikit minta dalil dan selalu menuduh bidah kalau tidak ada dalilnya, ternyata itu ada dalilnya. Namun untuk daerah yang masih aman-aman saja, silakan untuk melaksanakan jamaah tarawih di masjid atau musala.

Jadi, demi tidak tersebarnya wabah covid-19, meskipun menjalankan salat tarawih di masjid, seyogianya juga perlu diperhatikan kepada setiap ketua takmir masjid untuk selalu menjaga protokoler yang telah ditetapkan pemerintah. Seperti wajib pakai masker, tidak salaman, jarak antara jamaah satu meter dan lain-lain. Karena dengan memperhatikan protokoler tersebut maka kita juga ikut menjadi pahlawan dalam penjajahan yang dilakukan oleh virus Covid -19 terhadap manusia.

Dengan demikian, maka kewaspadaan dalam menangani virus ini agar tidak berekreasi ke tempat-tempat yang masih aman bisa terjaga. Dan semoga virus ini segera hilang dan bisa beribadah dengan aman dan tenang.

Muhammad Tareh Aziz
Muhammad Tareh Aziz Muhammad Tareh Aziz seorang jomblowan yang berstatus santri. Lahir di Gresik pada 5 september 1995. Beralamatkan di Bedanten Bungah Gresik.

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.