puisi

Tujuh Puluh Dua Purnama

Hari demi hari tertempuh dalam hidup Canda tawa berbaur bak melati di musim semi Melewati jalanan nan penuh arti Tiada…

Read More »

Puisi-puisi Gang Kecil Menuju Surga

Perihal Mata Penyair Jalanan lebih tajam dari jarum pemintal nasib lebih teduh dari belantara lebih nestapa dari kabar kematian nurani…

Read More »

Semakin Minggu, Semakin Rindu

Laiknya merpati Setia sepenuhnya pada satu hati Rindu pun tak menguap, bila malam tiba Mengapung di dalam mimpi Bersama bayanganmu…

Read More »

Jeluk Jurang

Semoga esok hari, ketakutan-ketakutan segera lerai. Sebab apa yang lebih mengerikan, ketimbang mati berselimut rasa sepi, lantaran temu semasih saja…

Read More »

Rasa itu

Rasa yang memporak-parakkan hati Tak tahu arah pasti untuk dikunjungi Selimut rasa salah, terus mengitari Entah keyakinan bagaimana? yang pastinya…

Read More »

Rapuh

Pohon yang rapuh itu, terlalu sombong dan memikul egonya sendiri ketika berdiri. Ketika roboh, barulah memohon dan bersujud di atas…

Read More »

Kumpulan puisi: Nasi yang telah menjadi bubur

Nasi Telah Menjadi Bubur terlanjur cinta cinta yang paling kuasa kata-kata jadi mantra dan membentur dengan luka yang berkali-kali remuk-redam…

Read More »

Kepalsuan

Dibalik indahnya senyuman Tersimpan perih yang tak menawan Terkadang aku bertopeng puitis Dengan penuh palsu terkesan romantis Kadang juga aku…

Read More »
Back to top button
Close