Tuhan Tidak Segan-segan Membahas Hal yang Remeh

Hal-hal remeh yang menjadi objek pembahasan Al-Qur’an tidak lalu mengurangi nilai kemuliaannya. Dengan objek yang seperti itu, Al-Qur’an masih bernilai sastra tinggi, dan tidak membuatnya menjadi hal yang remeh.

Seperti saat membahas tentang lalat dalam Surat Al-Hajj ayat 73.

Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.”

Juga ketika membahas laba-laba pada Surat Al-Ankabut ayat 41.

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.”

Berbeda dengan karya buatan manusia yang ingin meniru-niru Al-Qur’an. Saat ia membahas hal-hal yang remeh, dapat membuatnya dianggap kicauan yang tidak penting.

Seperti “surat” tiruan yang masyhur berikut ini; “Gajah. Apakah gajah itu? Dan tahukah kamu apakah gajah itu? Ia adalah adalah hewan bertelalai panjang“.

Seperti yang dijelaskan oleh tafsir Al-Ibris bahwa “Allah tidak malu memakai nyamuk atau hal yang lebih remeh daripada nyamuk untuk dibuat sebagai contoh. Karena orang yang beriman pasti yakin bahwa contoh-contoh tadi memang dari Tuhan.”

Yang menarik, Al-Qur’an selalu bisa memotret sisi urgensi objeknya, hingga membuatnya perlu dibahas. Tidak asal membahas, dan bisa menunjukkan relevansinya dengan hal yang lain.

Seperti dalam surat Al-Ankabut di atas, laba-laba digunakan sebagai perumpamaan. Sedangkan dalam surat Al-Hajj, lalat dijadikan sebagai sebuah argumentasi guna mengalahkan logika ketuhanan milik orang kafir.

Dengan demikian, pada dasarnya tidak ada hal penting atau tidak penting, tidak ada hal remeh atau tidak remeh. Semua tergantung bagaimana cara membahas dan cara menemukan sisi penting dari suatu pembahasan.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

About Muhamad Isbah Habibii 56 Articles
Seorang petani asal Jombang, alumni Tambakberas, Ponpes Gasek dan Pasca sarjana UIN Maliki Malang.

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.