Qurotul Hasanah Lahir pada 17 Oktober 1994. Terlahir sebagai seorang anak tunggal membuat hidupnya menjadi serba sepi. Menjadikannya mencintai dunia membaca dan tulis menulis. Alumni Ponpes Al-Kamal Kunir Blitar.

Tujuh Puluh Dua Purnama

Qurotul Hasanah 22 sec read 2 views

Hari demi hari tertempuh dalam hidup
Canda tawa berbaur bak melati di musim semi
Melewati jalanan nan penuh arti
Tiada kata sepi dalam kamus kehidupan
Kiri kanan saling menggenggam erat
Tanpa tercerai kerukunan

72 purnama terlewati dengan bersama
Mengukir kenangan nan sejati didalam jiwa
Setiap waktu terjadi dengan tangan yang saling menggenggam
Tak ingin terpisahkan sejarak pun
Akhirnya di purnama ke 5 di tahun ini
Sebuah hari nan melelehkan juga memilukan
Tetes demi tetes air mata jatuh terserap bumi
Hari yang mengalahkan 72 purnama
Dengarkan jeritan hati yang meronta
Tak ingin terpisahkan terceraikan
Bulan yang menghadirkan layu melati di senja hari
Yang menggores hati nan merana

Qurotul Hasanah
Qurotul Hasanah Lahir pada 17 Oktober 1994. Terlahir sebagai seorang anak tunggal membuat hidupnya menjadi serba sepi. Menjadikannya mencintai dunia membaca dan tulis menulis. Alumni Ponpes Al-Kamal Kunir Blitar.

Bertemu Khidir

Puan Rinai Puan Rinai
14 sec read

Sujud Covid

Khairil Anwar Khairil Anwar
12 sec read

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.