Tukang Parkir Bikin Bangkrut!

Tukang parkir lagi tukang parkir lagi, fenomena tukang parkir ini memang tidak ada habisnya, banyak sekali kelakuan tukang parkir yang membuat gemas dan geleng-geleng kepala. Seperti memberikan tarif suka-suka, tukang parkir yang suka mendadak muncul, dan yang paling mengesalkan adalah tukang parkir yang sudah mendapatkan uangnya tapi tidak mau membantu mengeluarkan motor, apalagi membantu menyebrangkan jalan saat ramai.

Yang paling penting bagi tukang parkir ini adalah menerima uang parkir lalu kabur begitu saja. Bahkan para tukang parkir itu sama sekali tidak ada kontribusinya sebagai tukang parkir, contohnya saja seperti sekadar membantu mengeluarkan motor pun tidak, padahal terkadang kita juga merasa kesulitan mengeluarkan motor yang berdesakan dengan motor lain.

Saya yang memiliki postur tubuh kecil terkadang merasa kesulitan mengeluarkan motor saya yang berdesakan dengan motor-motor lain. Terkadang terbesit dipikiran saya untuk menjatuhkan saja motor-motor itu, katakan saja sebagai wujud protes saya kepada tukang parkir yang tidak ada kontribusinya sama sekali dalam pekerjaan mereka.

Tukang parkir ini sebenarnya sangat meresahkan menurut sebagian orang, banyak orang yang lebih memilih untuk mengunjungi toko yang tidak ada tukang parkirnya daripada harus mengunjungi toko yang ada tukang parkirnya. Saya dan teman-teman saya pun sering begitu, kita lebih memilih untuk berputar mencari tempat yang tidak ada tukang parkirnya, walaupun jauh tidak apa-apa yang penting tidak bertemu tukang parkir.

Kita misalkan saja mengunjungi 5 tempat dalam sehari, dan di setiap tempat kita harus mengeluarkan uang dua ribu rupiah untuk membayar tukang parkir, hal itu berarti dalam sehari kita bisa mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah hanya untuk membayar tukang parkir. Sangat pemborosan bukan?. Hal itu benar-benar sangat pemborosan menurut saya, terlebih lagi uang sepuluh ribu rupiah sangat berarti bagi sebagian orang, anak kos seperti saya misalnya. Uang sepuluh ribu untuk anak kos bisa buat beli ayam geprek, bikin kenyang.

Pernah juga saya temui oknum tukang parkir yang memberikan tarif tidak normal atau tarif suka-suka mereka, saat itu saya dan teman-teman saya sedang pergi ke pasar malam , sesampainya disana kita mencari lahan tempat parkir yang dekat dengan pintu masuk, waktu itu saya tanya parkirnya bayar sekarang atau nanti, dan si mas tukang parkir ini menjawab sekarang, lalu saya memberikan uang lima ribu seperti parkir pada umumnya di tempat ramai seperti pasar malem, eh si mas-mas parkir ini bilang “Parkirnya sepuluh ribu mbak”.

Sedikit speechless memang mendengar pernyataan mas-mas tukang parkir itu, tapi karena tidak mau ribet jadi ya sudah hitung-hitung sedekah sama tukang parkir. Walaupun setelah itu saya dan teman-teman saya juga menggerutu kesal. Kesal saja para tukang parkir itu memberikan tarif sesuka mereka, istilahnya mereka sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mencari untung sebanyak-banyaknya untuk diri mereka.

Ada juga beberapa kejadian yang mengesalkan dengan tukang parkir dadakan di sebuah minimarket terkenal, padahal sudah jelas-jelas terpampang tulisan “PARKIR GRATIS”, tapi masih saja ada oknum-oknum iseng yang tidak bertanggung jawab meminta uang parkir pada konsumen.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), juga sampai turun tangan untuk mendukung adanya parkir gratis di minimarket-minimarket

“YLKI berharap parkir gratis tidak hanya berupa tulisan semata, tapi bisa direalisasikan di lapangan,” kata Rio Priambodo, Staf Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Jumat (29/10/2021).

Saya berharap hal tersebut segera terealisasikan disemua tempat agar pembeli (konsumen) merasa nyaman, dan tenang saat berbelanja.

Di negara-negara maju bahkan sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi ditemukan tukang parkir, mereka lebih memilih menggunakan tenaga robot, seperti cctv dan lain-lain. Saya juga berharap agar di Indonesia segera teralisasikan kemajuan keamanan di berbagai daerah-daerah.

Terlepas dari semua keluhan-keluhan diatas sebenarnya keberadaan tukang parkir ini sebenarnya sangat membantu saat-saat keadaan genting seperti menjaga motor agar tidak rawan dimaling, lalu beberapa kali juga saya lihat apabila ada kecelakaan pasti tukang parkir menjadi garda terdepan untuk menolong. Sebenarnya pekerjaan tukang parkir ini sedikit membantu hanya saja terkadang yang menyebalkan adalah tukang parkir yang selalu memberikan tarif sesuka hati, lalu suka tiba-tiba muncul padahal sebelumnya tidak terlihat batang hidungnya. Memang tidak banyak yang berbuat seperti itu tapi jika dikumpulkan dalam satu ruangan pasti banyak.


-Bantu Rembukan.com agar bisa terus menjadi media yang merangkul penulis-penulis dari desa, dengan cara traktir kami kopi di sini

Be the first to comment

Monggo Komentare

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.